“Evakuasi sudah dilakukan dan tidak terdapat WNI korban meninggal,” kata Retno, Ahad (6/2).
Retno mengatakan tim Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) masih terus mencari informasi di lapangan. Bagi masyarakat yang ingin mendapat informasi akurat dan terkini bisa menghubungi nomor hotline yang telah disediakan pihak Kemenlu. “Nomornya +886 978 938 872,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gempa 6,4 SR Guncang Taiwan, Dua Orang Tewas |
Survei Geologi AS, USGS memaparkan bahwa gempa ini berpusat 43 km sebelah tenggara Tainan, dan memiliki kedalaman 23 km. Sementara, Biro Pusat Cuaca Taiwan melaporkan sejumlah gempa susulan mengguncang Tainan setelah itu.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan telah berkomunikasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei untuk mencari tahu apakah ada warga negara Indonesia yang turut menjadi korban dalam gempa ini.
Iqbal memaparkan bahwa menurut data KDEI Taipei, jumlah WNI yang terdata di wilayah tersebut sebanyak 17.000 orang. Sebanyak 16.800 di antaranya merupakan TKI, sementara sisanya pelajar serta WNI lainnya.
"KDEI sudah mencoba melakukan kontak dengan simpul-simpul WNI di Tainan namun hingga saat ini belum bisa dihubungi. Kemlu sudah meminta bantuan pihak KDEI untuk komunikasi dengan otoritas setempat dan jika perlu mengiirmkan tim Ke lokasi guna melihat kondisi terakhir dan kemungkinan kondisi WNI," ujar Lalu dalam pesan yang diterima CNN Indonesia, Sabtu (6/2).
"Dia meminta saya untuk kembali dan menyelamatkan suaminya, anaknya, tapi saya takut ada ledakan gas jadi saya tidak ke sana. Pada waktu itu. ada lebih banyak orang menyerukan bantuan, tapi tangga saya tidak cukup panjang sehingga tidak ada cara untuk menyelamatkan mereka," ujar sang tukang ledeng yang tak memberikan namanya.
Rumah sakit terdekat melaporkan terdapat 58 orang korban gempa yang mereka tangani, sebagian besar di antaranya menderita luka ringan.
"Ada 60 keluarga di gedung itu," kata petugas informasi pemadam kebakaran Tainan, Lee Po Min, sembari memperkirakan terdapat sekitar 240 orang yang tinggal di apartemen itu.
Presiden Taiwan Ma Ying-jeou, sebelum berangkat ke lokasi bencana, menyatakan pihak berwenang belum dapat memastikan besarnya bencana yang ditimbulkan oleh gempa ini.
"Situasi bencana belum jelas. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan dan mengamankan," kata Ma.
Perusahaan kereta api, Taiwan High Speen Rail Corp menangguhkan sejumlah jalur menuju selatan Taiwan dan tengah menyelidiki apakah terdapat kerusakan pada jalur kereta di sekitar wilayah itu.