Janda Pemimpin ISIS Didakwa Pengadilan AS

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 09/02/2016 13:42 WIB
Janda Pemimpin ISIS Didakwa Pengadilan AS Mueller yang berasal dari Prescott, Arizona, pergi ke Turki pada Desember 2012 untuk bekerja di salah satu organisasi Turki yang menyediakan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Suriah di sekitar perbatasan. (Reuters/Mueller Family/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nisreen Assad Ibrahim Bahar alias Umm Sayyaf, janda dari mendiang pemimpin kelompok militan ISIS, Abu Sayyaf, didakwa oleh pengadilan federal di Virginia karena diduga terlibat dalam konspirasi kematian salah satu pekerja Amerika Serikat, Kayla Mueller, yang tewas tahun lalu ketika disandera di Suriah.

Tahun lalu, Bahar mengaku kepada agen FBI bahwa pemimpin tertinggi ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, "memiliki" Mueller ketika ia disekap di rumah Sayyaf.

"Memiliki" berarti sama dengan menjadi budak. Selama disekap di rumah Sayyaf, Mueller diperkosa berulang kali oleh Baghdadi.


Sayyaf merupakan pemimpin senior ISIS yang tewas pada Mei tahun lalu. Menurut ketua keamanan nasional dari Kementerian Kehakiman AS, John Carlin, istri Sayyaf kini berada di tahanan Irak, di kampung halamannya.
Pemerintah Amerika Serikat sendiri mendukung proses transfer Bahar ke Irak pada Senin (8/2). Kementerian Kehakiman AS akan terus bekerja sama dengan otoritas Irak untuk mengawal sistem peradilan hingga selesai dan memastikan keadilan selalu dijunjung tinggi.

"[Dakwaan ini] menunjukkan bahwa sistem keadilan AS masih merupakan alat kuat untuk menghakimi orang yang menyakiti warganya di luar negeri," ujar Carlin seperti dikutip Reuters.

Juru bicara Carlon, Marc Raimondi, mengatakan bahwa pemerintah yakin Bahar akan diadili dengan baik, "meskipun kami tak dapat menjamin hasil pastinya."

Hingga kini, keluarga Mueller belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Mueller yang berasal dari Prescott, Arizona, pergi ke Turki pada Desember 2012 untuk bekerja di salah satu organisasi Turki yang memberi bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Suriah di sekitar perbatasan.

Ia ditangkap pada Agustus 2013 ketika sedang meninggalkan salah satu rumah sakit di Aleppo, utara Suriah. Al-Baghdadi sendiri yang membawa Mueller ke dalam rumah Sayyaf untuk disekap.

Bahar sendiri didakwa atas tuduhan menyediakan sokongan materi kepada organisasi teroris asing yang menyebabkan kematian seseorang. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara seumur hidup.

Sebanyak 58 dari 80 orang yang dituduh terlibat kejahatan ISIS oleh hakim AS menghadapi dakwaan yang sama. Namun, hanya Bahar yang didakwa karena dugaan memfasilitasi kematian seseorang. (stu)