Pengadilan Distrik Tainan menahan tanpa jaminan Lin Ming-hui, pengembang dari apartemen Wei-guan Golden Dragon Building, dan dua orang lainnya dari pihak manajemennya atas dugaan kelalaian yang menyebabkan pembunuhan, sementara Kantor Jaksa Distrik Tainan memimpin penyelidikan terhadap ketiganya.
Tim penyelamat dan evakuasi memfokuskan upaya penyelamatan di reruntuhan bangunan 17 lantai itu. Sebanyak 100 orang diduga hilang atau terkubur di bawah reruntuhan. Sejak Senin (8/2) malam, tidak ada korban yang berhasil ditemukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara untuk tiga orang yang ditahan tidak bersedia untuk memberikan komentar.
Direktur departemen urusan hukum dari pemerintah kota Tainan, Hsiao Po-jen, memaparkan bahwa Lin ditangkap pada Senin malam.
Sementara, sejumlah saksi mata Reuters di tempat kejadian keruntuhan mengaku melihat kaleng-kaleng bekas minyak goreng berwarna biru digunakan sebagai pengisi dinding.
Apartemen Wei-guan selesai pada 1994 dan merupakan satu-satunya gedung tinggi yang ambruk di kota yang berpenduduk dua juta orang itu. Selain apartemen Wei-guan terdapat 10 gedung lainnya yang ambruk akibat gempa, namun tidak lebih tinggi dari apartemen Wei-guan.
Arsitek apartemen Wei-guan sebelumnya menyatakan kepada stasiun berita CNA bahwa penggunaan kaleng untuk tujuan konstruksi tidak ilegal sebelum September 1999. "Tapi setelah itu digunakan styrofoam dan papan bekisting," kata dia.
Menurut arsitek, biasanya kaleng digunakan untuk mengisi tembok agar terlihat lebih besar. (ama/den)