Jika Kesepakatan Nuklir Iran Gagal, AS Siapkan Serangan Siber

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2016 06:54 WIB
Jika Kesepakatan Nuklir Iran Gagal, AS Siapkan Serangan Siber Ilustrasi serangan siber (Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat memiliki rencana untuk meluncurkan serangan siber secara ekstensif kepada Iran jika upaya program nuklir gagal disepakati tahun.

Rencana ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times (NYT) melaporkan pada Selasa (16/2), mengutip film dokumenter yang akan segera dirilis, didukung oleh informasi dari sumber pejabat militer dan intelijen.

Serangan siber yang direncanakan itu memiliki nama kode Nitro Zeus dan ditujukan untuk melumpuhkan pertahanan udara, sistem komunikasi dan bagian penting dari jaringan listrik Iran. Rencana itu batal diluncurkan karena kesepakatan nuklir Iran berhasil dicapai tahun lalu, setelah bertahun-tahun molor. 
Rencana serangan siber itu dikembangkan oleh Pentagon dan dimaksudkan untuk menyakinkan Presiden AS, Barack Obama bahwa ia memiliki alternatif perang jika Iran bergerak melawan Amerika Serikat atau sekutu regionalnya.


Menurut laporan NYT, pada satu titik rencana ini melibatkan ribuan tentara AS dan personel intelijen. Selain itu, rencana itu akan menghabiskan puluhan juta dolar dan perlu menempatkan perangkat elektronik dalam jaringan komputer Iran.
Lembaga intelijen AS, pada saat yang sama, harus mengembangkan rencana terpisah untuk serangan siber rahasia guna menonaktifkan situs pengayaan nuklir Iran, Fordo, yang terletak dalam sebuah gunung dekat kota Qom.

Rencana serangan siber Nitro Zeus terungkap dalam sebuah film dokumenter 'Zero Days' yang akan ditayangkan pada Film Festival Berlin, Rabu (17/2). Film ini mencoba menggambarkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Barat di tahun-tahun menjelang perjanjian nuklir.

Film dokumenter ini juga menyoroti penemuan serangan siber Stuxnet pada pabrik pengayaan uranium Natanz, dan debat di Pentagon atas penggunaan taktik seperti itu.

NYT menyatakan telah melakukan wawancara terpisah untuk mengkonfirmasi garis besar program itu. Namun, Gedung Putih, Departemen Pertahanan AS dan Kantor Direktur Intelijen Nasional hingga kini menolak berkomentar soal rencana serangan siber itu.

Kesepakatan program nuklir disetujui oleh Iran dan enam negara adidaya pada pertengahan Juli 2015 di Wina, Austria.  Iran setuju menahan program nuklir yang dicurigai Barat bertujuan membuat senjata atom dalam jangka waktu panjang. 

Kesepakatan itu berarti berakhirnya sanksi yang telah menyebabkan kesulitan ekonomi, terutama selama tiga tahun terakhir ketika Teheran dilucuti dari akses sistem keuangan internasional, sehingga sulit untuk menjual minyak dan membayar impor.

Berdasarkan kesepakatan itu, pencabutan sanksi oleh PBB akan dilakukan bersamaan dengan verifikasi IAEA atas “pelaksanaan langkah-langkah terkait program nuklir yang telah disepakati Iran.”
(ama/ama)