Koalisi Saudi memulai kampanye militer di Yaman sejak Maret tahun lalu dengan tujuan untuk memberangus kelompok pemberontak Syiah, Houthi, yang didukung kuat oleh Iran. Sementara, Houthi dan loyalis mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, menuduh koalisi Saudi meluncurkan agresi militer.
"Pihak-pihak yang terlibat konflik memiliki tugas menunjukkan kepedulian dalam melakukan operasi militer, untuk melindungi semua warga sipil dan infrastruktur dari serangan, termasuk pekerja dan fasilitas kemanusiaan dan kesehatan," katanya di hadapan Dewan Keamanan PBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lembaga PBB dan mitra LSM lain yang memberikan bantuan dalam keadaan yang sangat sulit dan berbahaya," kata O'Brien.
"Minggu lalu saja, koalisi serangan udara Saudi menghantam bangunan [yang berjarak] 200 meter dari Fasilitas Transit Diplomatik, yang menampung personel PBB dan diplomatik," tuturnya.
Lihat juga:Raja Saudi: Jangan Campuri Urusan Kami |
Lembaga yang memonitor sanksi PBB menyatakan dalam laporan bulan lalu bahwa koalisi yang dipimpin Saudi dan pemberontak Houthi menargetkan warga sipil, dan beberapa serangan bisa menjadi tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Yaman bergantung hampir sepenuhnya pada aktivitas impor, namun konflik melambat proses pengiriman. O'Brien mengatakan kapal Program Pangan Dunia yang membawa bantuan kemanusiaan dan menuju ke pelabuhan Hodeidah di Yaman dialihkan oleh pasukan koalisi pada 11 Februari ke pelabuhan Jizan di Saudi.
Dia mengatakan verifikasi dan inspeksi mekanisme PBB untuk pengiriman tengah dilakukan dalam upaya meningkatkan impor komersial. (ama)