Sebenarnya seluruh 28 negara anggota NATO telah termasuk dalam 66 koalisi anti ISIS yang dipimpin AS. Namun pemerintah AS ingin agar NATO turun tangan sebagai sebuah institusi dengan mengerahkan perangkatnya, memberikan pelatihan dan bombingan bagi upaya memerangi ISIS.
Carter mengatakan bahwa NATO memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengumpulkan pasukan, pesawat dan kapal-kapal perang para anggotanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Staf PBB Diculik dan Dibunuh di Irak |
Pemerintah Putin berada di kubu yang berbeda dengan negara-negara NATO, yaitu mendukung rezim Bashar al-Assad di Suriah. Rusia mengerahkan jet tempur untuk menggempur pasukan oposisi yang disokong Barat, menuai kemarahan dari AS.
Rusia juga tengah bersitegang dengan Barat terkait ekspansi di Eropa timur, terutama setelah pencaplokan Crimea dari Ukraina. Jerman dan Paris khawatir, keikutsertaan NATO dalam perang Suriah akan dianggap oleh Rusia sebagai provokasi dan perluasan pengaruh aliansi pertahanan Atlantik utara tersebut.
"Wilayah yang berhasil direbut dari ISIS harus dikuasai dan diperintah oleh orang-orang dari wilayah itu dan ingin tinggal di daerah tersebut," kata Carter. (den)