Para pemilih menggunakan hak suara mereka pada Jumat (26/2) untuk memilih 290 anggota parlemen dan 88 anggota Dewan Ahli, komite ulama yang memilih pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.
"Rakyat menunjukkan kekuatan mereka sekali lagi dan memberi kredibilitas dan kekuatan untuk pemerintah yang mereka pilih," ujar Rouhani, sembari menambahkan bahwa dia akan bekerja dengan siapa pun yang memenangkan pemilu untuk membangun masa depan bagi negara pengekspor minyak itu, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan presiden Iran, Akbar Hashemi Rafsanjani dan Rouhani, yang sama-sama reformis, berada di dua tempat teratas dalam pemilihan Majelis Ahli di Tehran pada Sabtu (27/2) sore.
Menurut laporan kantor berita milik pemerintah, IRNA, Rafsanjani menyerukan persatuan nasional menyusul pemungutan suara yang memecah belah.
"Dalam situasi yang sangat sensitif dengan ketidakamanan melanda beberapa negara, penyelenggaraan pemilihan Majelis Ahli dan Majelis (parlemen) dalam suasana benar-benar tenang dan tertib dapat berfungsi sebagai model demokrasi untuk negara lain," kata Rafsanjani.
Kementerian Dalam Negeri Iran menyatakan hasil akhir pemilu akan diumumkan pada Selasa (2/3).
Menteri Dalam Negeri Iran, Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan pada Sabtu (27/2) bahwa sekitar 33 juta orang, atau hampir 60 persen dari jumlah keseluruhan pemilih berpartisipasi dalam dua pemilihan ini.
Lebih dari 4.800 kandidat, sekitar 500 di antaranya adalah wanita, bersaing memperebutkan 290 kursi parlemen, menurut Press TV Iran. Sebanyak 159 orang lainnya memperebutkan 88 kursi di Dewan Ahli.
CNN menyebutkan bahwa kemenangan para pejabat moderat dalam pemilu ini tak ubahnya bagai referendum yang dimenangkan Rouhani, di negara yang terpecah antara kaum moderat dan konservatif ini.
Rouhani menajabat sebagai presiden menggantikan Mahmoud Ahmadinejad pada 2013. Pemilu 2009 yang dimenangkan Ahmadinejad diliputi dugaan kecurangan dan memicu aksi protes besar di Iran.
Selama dua setengah tahun, Rouhani, yang ikut dalam perundingan program nuklir dengan enam negara besar dunia, berperan penting dalam penandatanganan kesepakatan nuklir Iran yang membuat sejumlah sanksi kepada negaranya dilonggarkan.
"Dalam kampanye ini, Rouhani dan koalisinya telah menyatakan bahwa kesepakatan nuklir adalah langkah pertama menuju ekonomi dan politik yang bermartabat, dan bahwa pemilu ini adalah langkah berikutnya," kata Marashi, anggota Dewan Nasional Iran Amerika. (ama)