Dikutip AFP, Jumat (4/3), seragam itu ditemukan di tiga peti kemas yang akan dikirim dengan kapal di pelabuhan Valencia dan Alicante bulan lalu. Saat itu polisi tengah menyelidiki penyelundupan senjata oleh militan dengan kedok pemberian bantuan kemanusiaan.
"Peti kemas itu membawa seragam militer yang didaftarkan sebagai 'baju bekas' agar tidak dicurigai dan bisa melewati beberapa pemeriksaan imigrasi dengan mudah," ujar laporan kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu perusahaan yang dicurigai terlibat kasus ini bergerak di bidang impor pakaian bekas. Salah satu orang yang telah ditahan polisi mengaku mengirim "bahan militer, uang, elektronik, dan alat telekomunikasi, senjata api serta bahan-bahan pembuat peledak" ke Suriah dan Irak melalui perusahaan ini.
Pemimpin jaringan eksportir pakaian militer ini diketahui beberapa kali kontak dengan anggota ISIS, yang selalu meminta dicarikan wanita untuk dinikahi dengan militan di Suriah. (den)