"[ISIS] kemungkinan akan melakukan serangan tambahan di Eropa dan melakukan serangan langsung ke AS pada 2016," ujar Direktur Badan Intelijen Pertahanan AS, Vincent Stewart, dalam pertemuan Komite Pasukan Bersenjata Senat AS di Capitol Hill seperti dikutip CNN pada Selasa (9/2).
Clapper juga memperingatkan bahwa ISIS dan delapan sayap perpanjangannya merupakan teroris nomor wahid. Mereka biasa menyelinap di tengah pengungsi dari Irak dan Suriah yang lari dari perang sipil di negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan Perkiraan Ancaman di Dunia dari Komunitas Intelijen yang dirilis dalam pertemuan tersebut, disebutkan bahwa ada sekitar 60 orang diduga berkaitan dengan ISIS ditahan di AS pada 2015.
Sementara itu, Clapper mengatakan bahwa kini ada lebih dari 38.200 militan asing, termasuk setidaknya 6.900 asal negara-negara Barat. Sejak 2012, para militan asing dari 100 negara sudah masuk ke Suriah.
Meskipun laporan itu menyebut bahwa ISIS merupakan ancaman teror utama, Clapper juga mengatakan bahwa afiliasi Al-Qaidah diperkirakan bakal kembali unjuk gigi.
Menurut Clapper, Al-Qaidah basis Yaman, yaitu AQAP, dan Front Nusra yang berbasis di Suriah merupakan sayap ISIS paling cakap. (stu/stu)