Meski tak ada sanksi, Mogherini memperingatkan bahwa uji coba rudal pekan lalu bisa meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Teheran hingga kini bersikeras bahwa uji coba rudal itu tidak ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir.
"Dalam pandangan kami, ini tidak melanggar (kesepakatan nuklir) seperti itu," kata Mogherini usai rapat dengan menteri luar negeri dari 28 negara Uni Eropa di Brussels pada Senin (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia sebelumnya menentang sanksi terhadap Iran atas uji coba rudal balistik tersebut.
"Intinya adalah kami semua melihat [uji coba] ini sebagai elemen masalah besar untuk hubungan regional. [Uji coba] ini akan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, di saat peningkatan ketegangan tidak diperlukan," ujarnya.
Mogherini mengumumkan sebelumnya bahwa dia akan berkunjung ke Iran bulan depan untuk membicarakan poin-poin kesepakatan nuklir.
Mogherini terakhir kali mengunjungi Iran pada Juli lalu setelah tercapainya kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam negara besar, yakni Inggris, China, Perancis, Amerika Serikat, Rusia dan Jerman. Dalam kesepakatan itu, Iran berjanji akan menerima pembatasan ketat terhadap program nuklir.
Salah satu poin dalam kesepakatan itu adalah bahwa sanksi akan dijatuhkan kembali kepada Iran, jika Iran diketahui melanggar perjanjian.
"Kunjungan berikutnya akan berlangsung pada tanggal 16 April. Kami akan membahas dengan para menteri soal sejumlah isu dan sektor yang akan kembali dikembangkan, sehubungan dengan upaya membuka kembali hubungan yang penuh" dengan Iran, katanya.
Dalam kunjungannya ke Iran, Mogherini juga berharap mendapatkan bantuan Teheran dalam menyelesaikan perang Suriah dan konflik regional lainnya. (ama)