Dikutip Reuters, Senin (21/3), sebanyak 19 warga Yahudi diterbangkan dari Yaman ke Israel pekan lalu, termasuk seorang rabbi sekaligus tukang potong daging kosher dari kota Raydah. Rabbi ini membawa serta sebuah gulungan Taurat berumur 500 tahun.
"Saya telah memimpikan datang ke Israel sejak beberapa tahun lalu," kata Rabbi Suleiman Yihiye Dahari kepada stasiun televisi Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yahudi di Yaman mengeluhkan peningkatan kekerasan terhadap mereka sejak Houthi menguasai ibukota Sanaa tahun 2014. Houthi memiliki slogal "Matilah Amerika, matilah Israel, terkutuklah Israel, Jayalah Islam."
Operasi lainnya dilakukan untuk memindahkan Yahudi dari Ethiopia, dan yang paling rahasia, di negara-negara Arab atau Muslim yang tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel.
Israel dibangun sebagai tempat perlindungan para korban selamat pembantaian Nazi atau Holocaust. Pada tahun 1949, sebanyak 40 ribu Yahudi pindah dari Yaman ke Israel.
Namun tidak semua Yahudi Yaman mau beranjak dari negara itu. Sekitar 50 orang Yahudi memutuskan untuk tinggal karena menganggap kehidupan di Israel atau negara lain akan merusak nilai-nilai tradisi mereka.
Nasib mereka semakin tidak menentu setelah pemerintah Yaman menghentikan bantuan bulanan sekitar US$20 enam bulan lalu. Komunitas ini kini juga terancam pindah dari tempat perlindungan mereka. (den)