Dua Kapal Taiwan Ditembaki di Selat Malaka

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 22/03/2016 18:42 WIB
Dua Kapal Taiwan Ditembaki di Selat Malaka Ilustrasi kapal penangkap ikan. (Matt Cardy/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua kapal penangkap ikan Taiwan dilaporkan ditembaki oleh kapal yang diyakini milik pemerintah Indonesia saat sedang berlayar melintasi Selat Malaka pada Senin (21/3).

Seperti dilansir Focus Taiwan News Channel, pemilik kapal Sheng Te Sai tersebut, Lee, mengatakan bahwa ia menerima telepon satelit dari sang nahkoda, Lin Nan-yang, setelah pukul 05.00 waktu setempat.

Lin mengatkan bahwa kapalnya dan armada Lien I Hsing No.116 ditembaki saat sedang menuju Singapura untuk menyetor hasil tangkapan dan memasok ulang persediaan. Saat itu, mereka berada di posisi 6 derajat dan 15 menit lintang utara dan 97 derajat dan 40 menit bujur timur.
Dalam salah satu pesan, para awak mengatakan bahwa kapal yang menembaki mereka merupakan milik militer Indonesia karena mereka melihat kode 2804. Menurut mereka, angka tersebut biasanya terlihat pada kapal militer Indonesia.

Menurut Lin, 20 awak dan kedua kapal selamat. Namun, ada lebih dari 10 lubang akibat tembakan peluru di tubuh kapal Sheng Te Tsai.


Lin melaporkan kepada Lee bahwa tembakan itu menyasar kokpit dari kedua kapal tersebut. Metode ini dianggap berbeda dari tembakan peringatan yang biasanya menarget bagian belakang kapal atau air di sekitarnya.

Seorang eksekutif dari Liuchiu Fishermen's Association, Tsai Pao-hsing, mengatakan bahwa rute yang diambil oleh kapal ini biasanya aman. Namun, memang ada beberapa serangan pembajakan oleh nelayan sebelumnya.

Direktur Divisi Informasi Pers Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta, Ismael Mae, mengatakan bahwa pihaknya akan menghubungi pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi apakah kapal yang menembaki tersebut merupakan milik militer.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Edi Sucipto, mengatakan bahwa kode kapal 2804 bukan merupakan milik institusinya.

"Tidak ada kapal TNI yang menembak. Kapal TNI AL dimulai dengan angka depan 3 dan hanya tiga digit, bukan empat," katanya.

Kementerian Luar Negeri juga menyatakan bahwa pihaknya kini sedang mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai insiden ini.

"Sedang kita coba klarifikasi koordinat dan kronologi kejadian," ujar juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, kepada CNN Indonesia. (stu)