Seperti dilansir Focus Taiwan News Channel, pemilik kapal Sheng Te Sai tersebut, Lee, mengatakan bahwa ia menerima telepon satelit dari sang nahkoda, Lin Nan-yang, setelah pukul 05.00 waktu setempat.
Lin mengatkan bahwa kapalnya dan armada Lien I Hsing No.116 ditembaki saat sedang menuju Singapura untuk menyetor hasil tangkapan dan memasok ulang persediaan. Saat itu, mereka berada di posisi 6 derajat dan 15 menit lintang utara dan 97 derajat dan 40 menit bujur timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lin melaporkan kepada Lee bahwa tembakan itu menyasar kokpit dari kedua kapal tersebut. Metode ini dianggap berbeda dari tembakan peringatan yang biasanya menarget bagian belakang kapal atau air di sekitarnya.
Seorang eksekutif dari Liuchiu Fishermen's Association, Tsai Pao-hsing, mengatakan bahwa rute yang diambil oleh kapal ini biasanya aman. Namun, memang ada beberapa serangan pembajakan oleh nelayan sebelumnya.
Direktur Divisi Informasi Pers Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta, Ismael Mae, mengatakan bahwa pihaknya akan menghubungi pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi apakah kapal yang menembaki tersebut merupakan milik militer.
"Tidak ada kapal TNI yang menembak. Kapal TNI AL dimulai dengan angka depan 3 dan hanya tiga digit, bukan empat," katanya.
Kementerian Luar Negeri juga menyatakan bahwa pihaknya kini sedang mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai insiden ini.
"Sedang kita coba klarifikasi koordinat dan kronologi kejadian," ujar juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, kepada CNN Indonesia. (stu)