Dikutip CNN, Minggu (3/4), ibu dalam keluarga itu, Eaman-Amy Saad Shebley mengunggah rekaman pengusiran mereka di Facebook. Dalam peristiwa itu, pramugari dan pilot meminta mereka keluar pesawat setelah bertanya soal sabuk pengaman tambahan untuk kursi anak.
Pihak maskapai dalam pernyataannya mengatakan, keluarga Shebley diminta keluar karena masalah kursi tambahan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun penjelasan ini tidak diperoleh oleh keluarga Shebley di dalam pesawat. Dalam video, wanita berjilbab yang pergi bersama suami dan tiga anaknya pada 20 Maret tidak diberitahu soal standar keamanan tersebut. Mereka hanya diminta keluar tanpa penjelasan.
Pilot menjawab "karena itu adalah keputusan saya," ketika oleh suami Shebley mengenai pengusiran mereka.
Ahmed Rehab dari Dewan Hubungan Islam-Amerika, CAIR, mengatakan keluarga Shebley menuntut permintaan maaf dari pihak United Airlines.
"Saya merasa dikucilkan, dipermalukan dan tidak berdaya," kata Shebley dalam pernyataannya yang dirilis CAIR.
Rehab mengatakan, Shebley akhirnya mengambil penerbangan lain agar anak-anaknya tidak takut.
Peristiwa ini menambah panjang daftar pengusiran penumpang Muslim oleh maskapai di Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.
Sebelumnya Desember tahun lalu, empat pria yang berparas Muslim diturunkan dari pesawat Republic Airways di AS. Padahal seorang di antara mereka adalah pria Sikh yang memakai turban.
"Kami muak dengan pengusiran terhadap penumpang berparas Muslim dari penerbangan karena alasan yang tidak masuk akal, di bawah klaim 'keamanan'," kata Rehab. (den)