Sebelumnya, Public Accounts Committee, PAC, menyatakan para petinggi 1MDB gagal melaksanakan tanggung jawab mereka dan mantan kepala lembaga ini harus diselidiki lebih lanjut.
PAC, yang mengurusi laporan penyelidikan terhadap 1MDB di parlemen, juga menyatakan bahwa pendanaan dan kinerja 1MDB "tidak memuaskan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1MDB menambahkan bahwa dana dari lembaga ini telah sepenuhnya dipertanggungjawabkan. 1MDB juga membantah pernah memberikan dana miliaran ringgit ke rekening pribadi Perdana Menteri Najib Razak.
Tak lama setelah laporan dirilis, pemimpin oposisi Tony Pua, yang merupakan bagian dari PAC, menyatakan dalam konferensi pers bahwa laporan itu membenarkan sejumlah kritik terhadap 1MDB.
"Saya pikir setidaknya (Najib) harus dinyatakan bersalah. Tidak ada lagi yang kami ketahui karena kami tidak memiliki laporan bank luar negeri dari 1MDB," kata Pua, seorang anggota parlemen Partai Aksi Demokratik (DAP).
Keprihatinan soal 1MDB dimulai ketika meningkatnya utang lembaga ini dari 5 miliar ringgit (Rp16,8 triliun) pada 2009 menjadi 42 miliar ringgit (Rp141 triliun) pada 2014. Lembaga ini kemudian menjual tanah dan aset kekuasaan tahun lalu sebagai bagian dari rencana restrukturisasi untuk membayar utang.
PAC mulai penyelidikan terhadap 1MDB sejak Mei lalu. Namun, proses penyelidikan komite ini sempat terhenti pada Juli lalu ketika ketua PAC, Nur Jazlan Mohamed, mengundurkan diri setelah ditunjuk sebagai wakil menteri dalam negeri. (stu)