Operasi ini dinamakan "Operasi Omari", nama dari salah satu pendiri Taliban Mullah Mohammad Omar.
Diumumkan beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri John Kerry mengunjungi Kabul, yang mereka tuding menegaskan kembali dukungan AS bagi pemerintah persatuan nasional yang dipimpin Presiden Ashraf Ghani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan Taliban, mereka mengatakan akan menggunakan para pengebom bunuh diri untuk membunuh pasukan musuh di pusat-pusat perkotaan.
"Operasi ini akan menggunakan segala cara yang kami miliki untuk membuat musuh kami berlumuran tanah dalam perang yang menurunkan semangat para penyerbu asing dan milisi bersenjata internal mereka," kata Taliban.
Sementara itu, pertempuran sengit berlanjut di daerah Kunduz, kota di utara Afghanistan yang direbut oleh para pemberontak tahun lalu.
Di Helmand, ribuan tentara Inggris dan AS tewas dan terluka dalam perang melawan Taliban. Pasukan pemerintah ditarik dari beberapa daerah dan bertahan di pusat kota, Lashkar Gah.
Dalam setahun pertama sejak pasukan AS pergi, pasukan keamanan Afghanistan melawan sebagian besar pasukan Taliban dengan kondisi kekurangan personel, peralatan berat dan tingkat desersi tinggi dan pendek. Mereka juga kekurangan kekuatan udara, transportasi dan dukungan logistik.
Beberapa jam sebelum pengumuman oleh Taliban, Kedutaan Besar AS di Kabul mengeluarkan peringatan darurat kepada warga AS, berisi informasi yang mereka terima soal rencana serangan di hotel besar di Kabul oleh militan. (stu)