Lubitz yang diketahui menderita depresi menabrakkan pesawat itu ke lereng pegunungan Alpen pada Maret tahun lalu, menewaskan 150 orang kru dan penumpang dalam penerbangan dari Barcelona menuju Dusselsdorf itu.
Gugatan diajukan oleh keluarga korban Germanwings di Pengadilan Distrik Phoenix kepada Pusat Pelatihan Penerbangan Arizona, ATCA, tempat Lubitz berlatih. Menurut gugatan tersebut, sekolah khusus pilot itu tidak memeriksa riwayat medis para siswanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam gugatan dari 80 keluarga korban Germanwing disebutkan, jika saja ATCA melakukan pemeriksaan latar belakang kesehatan, maka Lubitz tidak akan pernah berada di balik kemudi pesawat.
Juru bicara Lufthansa menanggapi santai gugatan tersebut. "Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak ada peluang keberhasilan dari langkah hukum ini," kata dia.
Sebelumnya Germanwings telah memberikan kompensasi sedikitnya 100 ribu euro atau lebih dari Rp1,4 miliar kepada keluarga korban. (den)