Kelelawar yang bersuara bising dianggap membawa bencana karena menyebabkan listrik padam, turis kabur, dan harga properti merosot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah yang terbesar dan belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka tidak pernah terlihat sebanyak ini," ucap Schneider.
Kelelawar ini merupakan spesies yang dilindungi dan berperan penting dalam ekosistem sehingga tidak dapat dimusnahkan. Mereka memang sengaja dikelompokkan di kota itu sejak bertahun-tahun lalu, tapi jumlahnya terus bertambah.
Pemerintah New South Wales pada Selasa (24/5) akhirnya memberikan dana tambahan sebesar A$1 juta atau setara Rp9,7 miliar agar dewan kota dapat mengatasi masalah koloni kelelawar ini.
Sebelumnya, pemerintah sudah mengucurkan dana A$24,4 miliar untuk membangun kamp berukuran besar guna menampung kelelawar yang sudah mengganggu keseharian warga sekitar itu.
"Setiap pagi, tanpa terkecuali, saya harus membersihkan teras, mencuci mobil," kata seorang warga, Kent Lewis. (ama)