Diserbu 100 Ribu Kelelawar, Kota Australia Jadi Area Bencana

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 27/05/2016 02:57 WIB
Diserbu 100 Ribu Kelelawar, Kota Australia Jadi Area Bencana Ilustrasi. (Pixel-mixer/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu tempat favorit turis di Australia, Batemans Bay, dideklarasikan sebagai daerah bencana karena dipenuhi oleh lebih dari 100 ribu kelelawar.

Kelelawar yang bersuara bising dianggap membawa bencana karena menyebabkan listrik padam, turis kabur, dan harga properti merosot.

"Saya rasa ini merupakan bencana alam. Ini merupakan bencana bagi penduduk, bencana bagi flora dan fauna," ujar seorang anggota parlemen setempat, Andrew Constane, kepada Reuters.


Seorang pejabat dari Satuan Tugas Kelelawar Australia, Russell Schneider, pun mengakui bahwa ini merupakan fenomena terbesar sepanjang masa.

"Ini adalah yang terbesar dan belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka tidak pernah terlihat sebanyak ini," ucap Schneider.

Kelelawar ini merupakan spesies yang dilindungi dan berperan penting dalam ekosistem sehingga tidak dapat dimusnahkan. Mereka memang sengaja dikelompokkan di kota itu sejak bertahun-tahun lalu, tapi jumlahnya terus bertambah.

Pemerintah New South Wales pada Selasa (24/5) akhirnya memberikan dana tambahan sebesar A$1 juta atau setara Rp9,7 miliar agar dewan kota dapat mengatasi masalah koloni kelelawar ini.

Sebelumnya, pemerintah sudah mengucurkan dana A$24,4 miliar untuk membangun kamp berukuran besar guna menampung kelelawar yang sudah mengganggu keseharian warga sekitar itu.

"Setiap pagi, tanpa terkecuali, saya harus membersihkan teras, mencuci mobil," kata seorang warga, Kent Lewis. (ama)