Menteri Transportasi Australia, Darren Chester, mengatkaan bahwa dua puing pertama ditemukan di Mauritius, sementara yang ketiga di Mozambik.
"Puing-puing ini akan diteliti oleh para ahli," ujar Chester dalam satu pernyataan resmi yang dikutip oleh Reuters, Kamis (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini menambah panjang daftar upaya otoritas untuk mencari jejak MH370 yang hilang pada Maret 2014 dengan 239 penumpang dan kru di dalamnya setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Insiden yang hingga kini belum terungkap ini disebut-sebut sebagai salah satu misteri penerbangan terbesar sepanjang masa.
Penyelidik meyakini seseorang mungkin mematikan transponder pesawat itu sebelum mengalihkannya sejauh ribuan mil ke Samudera Hindia.
Puing pertama pesawat Boeing 777 itu, yaitu bagian sayap, terdampar di pulau milik Perancis, Reunion, pada Juli 2015. Otoritas Perancis dan Malaysia pun mengonfirmasi bahwa puing itu merupakan bagian dari pesawat MH370. (ama)