Foto Bayi Tewas Gambarkan Perjuangan Imigran di Mediterania

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 31/05/2016 06:40 WIB
Foto Bayi Tewas Gambarkan Perjuangan Imigran di Mediterania Foto ini menggambarkan nasib pilu para imigran yang menyebrangi Laut Mediterania demi mencapai Eropa. (Reuters/Christian Buettner/Eikon Nord GmbH Germany/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah foto yang memperlihatkan bayi imigran yang tewas karena tenggelam dalam pelukan tim penyelamat asal Jerman viral di berbagai media. Foto ini menggambarkan nasib pilu para imigran yang menyebrangi Laut Mediterania demi mencapai Eropa.

Foto yang dirilis oleh organisasi kemanusiaan Jerman, Sea-Watch, pada Senin (30/5) itu bertujuan mendesak para pemimpin Eropa untuk memerhatikan nasib para imigran yang terpaksa menempuh perjalanan tak aman dalam menyebrangi Mediterania.

Bayi, yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun itu, dievakuasi dari perahu kayu yang terbalik di perairan pada Jumat (27/9), dalam salah satu insiden mematikan yang dialami sekelompok imigran. 


Pada Minggu (30/5), sebanyak 45 jasad imigran tiba di pelabuhan Reggio Calabria, Italia selatan, dibawa kapal angkatan laut Italia, yang berhasil menyelamatkan 135 imigran lainnya. 

Sea-Watch mengoperasikan sebuah kapal penyelamat di perairan yang menjadi pembatas antara Libya dan Italia. Foto yang dirilis kelompok ini menunjukkan seorang pria tengah menggendong bayi yang seperti tengah tertidur.

Dalam surel kepada Reuters, pria penyelamat yang hanya ingin dipublikasikan dengan nama Martin menyatakan bahwa ia pertama kali melihat sang bayi sudah berada dalam air "seperti boneka, tangannya terentang."

"Saya memegang lengan bayi dan menarik tubuh yang ringan itu ke dalam pelukan saya, seolah-olah dia masih hidup. Jari-jari tanganya seperti terulur, cahaya matahari menyinari matanya yang cerah, namun tidak bergerak," ujarnya.

"Saya mulai bernyanyi untuk menghibur diri sendiri dan untuk mencoba mengerti momen yang sangat menyayat hati ini. Hanya enam jam yang lalu, anak ini pasti masih hidup," ujar ayah tiga anak yang berporfesi sebagai terapis musik ini.

Seperti foto Aylan Kurdi, bocah tiga tahun asal Suriah yang ditemukan tergeletak tak bernyawa di pantai Turki tahun lalu, foto bayi yang belum diketahui identitasnya ini menggambarkan kisah pilu perjuangan 8.000 imigran yang tewas di Mediterania dalam upaya mencapai Eropa sejak awal 2014.

Tak banyak yang diketahui soal bayi malang itu. Sea-Watch menyatakan bahwa sang bayi segera diserahkan kepada Angkatan Laut Italia. Sang penyelamat belum bisa memastikan apakah sang bayi laki-laki atau perempuan karena ditemukan berbalut pakaian setengah badan.

Belum diketahui juga apakah orang tua sang bayi termasuk dalam sekelompok imigran yang berhasil diselamatkan atau tidak.

Menurut kesaksian dari pada kru, Sea-Watch kemudian mengumpulkan sekitar 25 jasad imigran lain, termasuk satu anak lainnya. Tim Sea-Watch memutuskan dengan suara bulat untuk mempublikasikan foto tersebut.

"Menyusul bencana semacam ini, jelas bagi kami dan organisasi lainnya seruan politisi Uni Eropa untuk menghindari kematian lebih lanjut di laut tak lebih dari sekadar basa-basi," bunyi pernyataan yang dirilis Sea-Watch bersama foto tersebut.

"Jika kita tidak ingin melihat foto semacam itu lagi, kita harus melakukan sesuatu," kata Sea-Watch, sembari menyerukan kepada para pemimpin Eropa untuk memungkinkan para imigran untuk menyebrangi Mediterania dengan cara yang aman dan legal, demi mematikan praktik penyelundupan manusia ilegal.

Sepanjang pekan lalu saja, setidaknya 700 imigran hilang dan diperkirakan tewas di perairan itu. Pekan lalu merupakan pekan tersibuk dalam aktivitas penyebrangan imigran dari Libya menuju Italia, menurut data dari lembaga pengungsi PBB, UNHCR.

Perahu kayu yang membawa bayi tersebut meninggalkan pantai Libya di dekat Sabratha pada Kamis (26/5), menurut laporan yang dikumpulkan oleh organisasi Save the Children. Ratusan imigran menumpangi kapal yang ditengah perjalanan kemudian terbalik itu. (ama/ama)