Menurut Pentagon pada Rabu (22/6), tahanan itu bernama Abdel Malik Ahmed Abdel Wahab al-Rahabi, 37, berasal dari Yaman dan sudah mendekam di penjara teroris itu selama 14 tahun.
Dengan dibebaskannya Rahabi, saat ini masih terdapat 79 tahanan yang berada di pangkalan udara AS di Teluk Guantanamo, Kuba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amerika Serikat berterima kasih kepada pemerintah Montenegro atas aksi kemanusiannya dan kerelaannya untuk mendukung upaya yang sedang dilakukan AS untuk menutup fasilitas tahanan Teluk Guantanamo," kata Pentagon. "AS berkoordinasi bersama pemerintah Montenegro untuk memastikan pemindahan ini berjalan sesuai dengan keamanan yang dibutuhkan dan perlakuan manusiawi."
Kerangka kerja (blueprint) Obama untuk penutupan Penjara Guantanamo menyerukan percepatan pemindahan tahanan dan membawa puluhan yang tersisa ke penjara dengan keamanan maksimum di AS. Hukum AS melarang pemindahan semacam itu ke daratan AS, namun Obama menggunakan kekuasaan eksekutifnya untuk melakukan transfer tersebut.
Tawanan di Guantanmo berasal dari berbagai negara karena AS menyusul serangan ke World Trade Centre di New York dan Pentagon di Washington D.C. pada 11 September 2001.
Guantanamo yang dibuka oleh Presiden ke-43 AS, George W. Bush, alih-alih menjadi simbol tindak penahanan agresif dan penyiksaan yang dilakukan oleh pemerintah AS. (stu)