Dalam sebuah jumpa pers di Pyongyang, pria bernama Ko Hyon-chol itu pun mengaku mencoba menculik dua anak yatim piatu dari Korut dan membawanya ke Korsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia dijanjikan imbalan sebesar US$10 ribu atau setara Rp130,9 juta untuk setiap anak yang berhasil ia culik.
Namun, Ko akhirnya ditangkap setelah berhasil menyeberangi sungai dari China ke Korut pada Mei lalu.
NIS menyangkal keterlibatan dalam kasus ini. Kementerian Unifikasi Korsel pun menyesalkan tindakan Korut yang menahan warga Korsel dan menggunakannya sebagai alat propaganda.
Berita ini datang setelah Pyongyang menuding NIS menculik 13 orang yang bekerja di sebuah restoran Korut di China pada April lalu.
Menampik tudingan tersebut, Seoul mengatakan bahwa 12 perempuan dan satu pria itu memang memilih untuk ke Korsel.
Ko sendiri kabur dari Korut pada 2013 dan tinggal di China selama satu tahun sebelum akhirnya tiba di Korsel pada 2014. (den)