Saudara Bintang Media Sosial Pakistan Akui Bunuh Adiknya

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Senin, 18/07/2016 18:34 WIB
Saudara Bintang Media Sosial Pakistan Akui Bunuh Adiknya Dijuluki sebagai Kim Kardashian-nya Pakistan, Baloch membangun karir di dunia model, memanfaatkan ketenarannya di media sosial. (Qandeel Baloch/Facebook/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Muhammad Waseem, saudara bintang sosial media di Pakistan, Qandeel Baloch, mengakui ia membunuh saudarinya sendiri demi menjaga kehormatan keluarga. Pasalnya, komentar dan foto-foto yang diunggah Baloch ke media sosial dianggap memalukan keluarganya.

Baloch, 26, yang memiliki nama asli Fauzia Azeem, ditemukan tewas pada Sabtu (16/7). Ayahnya, Muhammad Azeem, kepada polisi mengatakan putranya, Waseem, mencekik Baloch.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh kepolisian Pakistan pada Minggu (17/7), Waseem mengaku membunuh Baloch dengan cara memberikannya obat yang membuatnya lemah, lalu mencekiknya di rumah keluarga mereka saat akhir pekan lalu.


"Saya tak menyesal," kata Waseem, dikutip dari Reuters.

Waseem menyatakan bahwa dia membunuh saudarinya sendiri karena malu terhadap aktivitas Baloch di media sosial. Baloch kerap mengunggah berbagai foto kontroversial, salah satunya adalah dengan ulama Muslim terkemuka, Abdul Qavi. Sebuah video yang ia unggah memperlihatkan dia duduk di pangkuan sang ulama.

Qavi kemudian diskors dari Dewan Muslim yang terkemuka di Pakistan setelah video itu tersebar. Setelah kabar kematian Baloch tersebar, Qavi menyatakan kepada media lokal bahwa dia telah "memaafkan" Baloch dan menyerahkan seluruh permasalahan ini kepada Tuhan.

Baloch juga vokal menyuarakan perubahan terhadap "pemikiran ortodoks" warga Pakistan. Ia bahkan menyebut dirinya sendiri seorang feminis modern.

"Sebagai wanita kita harus berjuang. Sebagai wanita, kita harus membela sesama," katanya.

Awal tahun ini, Baloch pernah berjanji akan melucuti pakaiannya untuk kapten tim kriket Pakistan, seandainya tim itu menang melawan India. Ketika tim itu kalah, Baloch kemudian memarahi tim negaranya dan memposting sebuah video yang menunjukkan dia menari untuk tim India mengenakan bikini.

Dijuluki sebagai Kim Kardashian-nya Pakistan, Baloch membangun karir di dunia model, memanfaatkan ketenarannya di media sosial. Baloch pernah mengungkapkan ia kerap mendapatkan ancaman kematian.

"Penyelidikan awal kami menunjukkan bahwa [menjaga] 'kehormatan' merupakan motif pembunuhan," kata Azhar Ikram, kepala polisi di Multan, wilayah tempat tewasnya Baloch.

Pembunuhan Baloch merupakan kasus terbaru dalam aksi "pembunuhan demi kehormatan" yang marak di negara Asia Selatan ini. Lebih dari 500 orang, sebagian besar di antaranya adalah wanita, menjadi korban aksi pembunuhan semacam ini yang biasanya dilakukan oleh anggota keluara sendiri.

Para pelaku menilai pembunuhan pantas dilakukan sebagai hukuman kepada para korban karena telah mencoreng nama keluarga di masyarakat. (ama/ama)