Koalisi ini berpotensi menimbulkan ancaman politik terbesar untuk Najib, yang kerap kali didesak mundur utamanya setelah terseret dalam dugaan kasus korupsi miliaran dolar lembaga investasi Malaysia, 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan berkolaborasi dengan semua kekuatan progresif soal agenda reformasi demokrasi dan kebijakan pro-rakyat," katanya kepada Reuters dari penjara melalui perantara, menurut laporan Reuters, Kamis (21/7).
Anwar menyatakan bahwa terdapat alasan bagi para oposisi agar bekerja sama dengan siapa saja yang berkomitmen mendorong agenda reformasi, demokrasi dan pemenuhan hak rakyat.
Anwar bahkan menyatakan bersedia untuk mengabaikan hubungannya dengan Mahathir yang selama ini buruk, jika itu dapat membantu mengembalikan kekuasaan ke tangan rakyat Malaysia.
"Bergantung pada kebijakan yang berkomitmen untuk reformasi, demokrasi dan pro-rakyat, maka ada berbagai alasan bagi oposisi untuk terlibat dan bekerja sama," kata tokoh yang sudah menjalani satu tahun dari vonis lima tahun penjara yang dijatuhkan kepadanya.
Anwar dan Mahathir merupakan rival selama hampir dua dekade, dimulai ketika Mahathir memecat Anwar dari jabatan wakil perdana menteri pada 1998. Tuduhan kejahatan sodomi yang dijatuhkan atas Anwar pada masa pemerintahan Mahathir pun diduga bermotif politik.
Anwar kini kembali mendekam dalam tahanan untuk kedua kalinya, juga atas tuduhan sodomi. Vonis terhadap Anwar yang dijatuhkan pada masa kepemimpinan Najib ini pun diduga bermuatan politik. (ama/stu)