Pernyataan terbaru Duterte ini berbeda dengan sikap konfrontatif yang ia tunjukkan sebelum menghadiri KTT ASEAN di Laos.
"Saya menjadi lebih tenang sekarang setelah KTT ASEAN," kata Duterte seperti dilansir CNNPhilippines.com. "Saya tak ingin bersengketa lagi dengan negara manapun. Saya hanya ingin berdamai dengan semua pihak. Berbisnis dengan semua orang."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rangkaian acara lima hari Duterte itu diakhiri dengan kunjungan kenegaraan ke Indonesia selama satu hari penuh, Jumat kemarin (9/9). Di Indonesia, Duterte sempat bertemu dan berpidato di hadapan warga Filipina yang bekerja di Jakarta.
Duterte berkata, pemerintahannya akan bekerja keras untuk memastikan lapangan kerja di dalam negeri sehingga bekerja di luar negeri nantinya hanya akan menjadi pilihan sekunder bagi warga Filipina.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Presiden RI Joko Widodo saat blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. (REUTERS/Beawiharta) |
Namun, Duterte mengatakan bahwa pernyataan tersebut telah salah diterjemahkan oleh media. Ia menduga ada media yang sengaja memelintir pernyataanya.
Tetapi, kata Duterte, ia tak memiliki rasa dendam atau permusuhan kepada awak media.
"Saya tak leluasa untuk marah kepada Anda (wartawan). Adalah sumpah tugas Anda untuk melempar pertanyaan. Wala akong galit sa inyo (Saya tidak menaruh dendam kepada kalian)," kata Duterte.
Menurutnya, media berperan penting sebagai pencatat sejarah negara. "Jangan sungkan untuk menyerang atau mengkritik jika saya melakukan kesalahan. Itu adalah tugas wartawan."
Sementara menyangkut kesalahan awak media dalam memaknai ucapannya, Duterte bisa menoleransinya. "Saya berasumsi wartawan melakukannya tanpa didasari kebencian."
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Presiden RI Joko Widodo saat blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. (REUTERS/Beawiharta)