Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bahwa Konsul Jenderal RI Davao, Berlian Napitupulu, telah menerima Herman secara resmi di markas Komando Mindanao Barat (Wesmincom), Zamboanga, pada Kamis (22/9) pukul 17.00 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal juga menyebutkan bahwa Herman akan dipulangkan bersama tiga sandera lainnya yang sudah lebih dahulu dibebaskan.
Pembebasan Herman terjadi hanya beberapa hari setelah Abu Sayyaf membebaskan seorang sandera Norwegia dan tiga sandera WNI lainnya.
Juru bicara Komando Mindanao Barat, Maj Filemon Tan, Herman diserahkan ke kelompok Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), dan kemudian diserahkan ke sejumlah pejabat Pasukan Satuan Tugas Sulu (JTFS) pukul 11.00 waktu setempat.
Pihak militer menyatakan bahwa Herman dibawa ke Rumah Sakit di Kamp Bautista untuk menjalani pemeriksaan medis dan dimintai keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, juru bicara kepresidenan Filipina, Martin Andanar menyatakan, "Operasi militer pemerintah melawan kelompok Abu Sayyaf (ASG) akan terus dilanjutkan."
Sekitar 7.000 tentara pemerintah Filipina dikerahkan di Sulu untuk membantu memerangi anggota Abu Sayyaf yang diperkirakan berjumlah 400-500 orang.
Kepala Pasukan Bersenjata Filipina, Jenderal Ricardo Visaya menyatakan operasi ini merupakan yang terbesar dalam memerangi ASG sejak kelompok itu dibentuk pada dekade 1990-an. (ama)