Kepolisian Jerman Amankan Masjid Usai Pengeboman

Denny Armandhanu/Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 28/09/2016 11:01 WIB
Kepolisian Jerman Amankan Masjid Usai Pengeboman Kepolisian Jerman meningkatkan keamanan masjid-masjid di Dresden usai dua pengeboman di timur kota itu pada Senin malam lalu. (Reuters/Matthias Schumann)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Jerman meningkatkan keamanan masjid-masjid di Dresden usai dua pengeboman di timur kota itu pada Senin malam lalu. Diduga pelaku teror tersebut adalah kelompok ekstrem sayap kanan.

Horst Kretzschmar, presiden kepolisian Dresden mengatakan ada tiga masjid, pusat sosial umat Islam dan ruang ibadah Muslim di Dresden yang akan dijaga polisi.

Peningkatan keamanan dilakukan menyusul serangan dua hari lalu. Tidak ada yang terluka dalam peristiwa itu walau imam masjid saat itu tengah berada di dalam bersama istri dan anak-anaknya.


Kepolisian menduga motif dari tindakan ini adalah sikap xenofobia kelompok ekstrem sayap kanan.

"Walau sejauh ini belum ada yang mengklaim bertanggung jawab, namun kami menganggap motif tindakan ini adalah xenofobia," kata Kretzschmar.

Dia juga mengatakan polisi menduga ada hubungan antara serangan ke masjid di Dresden dengan rencana peringatan reunifikasi Jerman pada 3 Oktober mendatang.

Tidak lama setelah ledakan di masjid, Pusat Kongres Internasional Dresden juga jadi sasaran serangan bom rakitan. Ledakan juga terjadi di dekat sebuah bar.

Mehmet Demirbas, pendiri masjid di Dresden mengatakan bahwa Muslim di kota itu sejak lama telah mengantisipasi adanya serangan.

"Dulu jendela kaca dipecahkan, atau ada coretan di dinding. Tapi ini pertama kalinya hal seperti ini terjadi. Semoga ini yang terakhir kali dan kami bisa hidup bahagia di Dresden," kata Demirbas.

Dresden adalah markas kelompok anti-Islam PEGIDA yang melakukan aksi pekanan dengan puluhan ribu pengikut di seluruh Jerman.

Gelombang kedatangan 1 juta imigran yang kebanyakan Muslim ke Jerman tahun lalu meningkatkan gesekan sosial, terutama di bagian timur Jerman dengan adanya serangan-serangan ke penampungan pengungsi.

Dukungan terhadap Partai Alternatif bagi Jerman, AfD, yang mengatakan bahwa Islam tidak sesuai dengan konstitusi Jerman meningkat setelah Kanselir Angela Merkel membuka pintu selebar-lebarnya bagi pengungsi.

Namun salah satu pemimpin AfD frauke Petry mengecam serangan ke masjid dengan mengatakan, "Serangan ke bangunan tempat Tuhan dipuja sangat barbar, entah itu gereja, masjid atau sinagoga."

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble menekankan dalam konferensi tahunan Islam pada Selasa bahwa Islam adalah bagian dari Jerman. Pandangan ini sebelumnya disuarakan oleh Merkel pada tahun 2015. (den)