Dilaporkan dari Reuters pada Sabtu (15/10), ancaman itu dilontarkan Clinton dalam sebuah pidato berbayar kepada sejumlah bankir Goldman Sachs sekitar tiga tahun yang lalu. Kutipan pidato Clinton itu terungkap dari dokumen yang dilampirkan dalam email milik tim kampanye Clinton, yang diretas WikiLeaks dan dipublikasikan pada pekan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mengelilingi China dengan pertahanan rudal. Kami akan menempatkan lebih banyak armada di kawasan. Jadi, China, ayolah. (Jika) kamu tidak mengendalikan (Korea Utara), kami akan mengerahkan (sistem) pertahanan (rudal) untuk mengantisipasi serangan mereka (Korut)."
Pernyataan Clinton itu sejalan dengan upaya AS untuk meyakinkan China membantu meredam program nuklir dan rudal balistik yang dikembangkan Korea Utara.
China selama ini geram atas rencana AS menempatkan sistem pertahanan anti-rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korsel. AS menilai langkah itu merupakan yang terbaik dalam mengantisipasi ancaman serangan rudal Korut. Sementara, China menilai langkah itu hanya akan mengguncang keseimbangan keamanan regional.
Tim kampanye Clinton menolak mengonfirmasi keaslian kutipan pidato Clinton tersebut, begitu juga dengan Departemen Luar Negeri AS.
Menurut bocoran email, dalam pidato berbayar lainnya, Clinton juga memuji Presiden China Xi Jinping "agak lebih berpengalaman" ketimbang pendahulunya, Hu Jintao. Clinton menyebut Xi bekerja keras untuk memperkuat kekuasaannya atas militer China, Tentara Pembebasan Rakyat. (ama)