Juru Bicara Komando Mindanao Barat, Filemon Tan, mengatakan bahwa perempuan asing berusia 50-an tahun itu ditemukan di sebuah kapal biru langit bertuliskan "ROCK ALL" dengan bendera Jerman berkibar di salah satu sudutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hari yang sama ketika kapal itu ditemukan, juru bicara Abu Sayyaf, Muamar Askali, menghubungi Inquirer dan mengklaim bahwa kelompoknya menculik seorang turis Jerman di Tanjung Pisut, Tawi-Tawi.
Ia mengatakan, Abu Sayyaf membunuh rekan perempuan yang sedang bersama turis Jerman tersebut karena mencoba menembak para penyandera.
Saat berbicara dengan Inquirer, korban penculikan itu mengaku bernama Juegen Kantner. Ia mengidentifikasi teman perempuannya hanya dengan nama Sabrina.
"Pembajak mengambil kapal kami dan mereka membawa kami. Kami meminta Kedutaan Besar (Jerman) untuk membantu," ucapnya.
Kini, militer Filipina sedang melakukan validasi kebenaran terhadap klaim penculikan dan pembunuhan oleh Abu Sayyaf tersebut.
"Upaya validasi informasi tersebut sedang dilakukan. Pasukan Satuan Tugas Sulu menyiagakan unit mereka sementara terus menggencarkan upaya pengumpulan informasi," kata Tan.
(has)