Menerka Jajaran Kabinet Donald Trump

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Senin, 14/11/2016 12:21 WIB
Usai Trump dinyatakan sebagai presiden terpilih AS, muncul berbagai laporan media berisi sederet nama tokoh yang diduga kuat akan mengisi jajaran kabinetnya. Usai Trump dinyatakan sebagai presiden terpilih AS, muncul berbagai laporan media berisi sederet nama tokoh yang diduga kuat akan mengisi jajaran kabinetnya, termasuk Ben Carson, Newt Gingrich, Jeff Sessions, Rudy Giuliani, Chris Christie dan Letjen Michael Flynn. (AFP Photo/STF/XGTY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai kemenangan Donald Trump pada pemilu presiden Amerika Serikat pekan lalu, muncul berbagai laporan media berisi sederet nama tokoh yang diduga kuat akan mengisi jajaran kabinet AS di bawah kepemimpinan Trump. Sejumlah nama yang disebut antara lain Sarah Palin dan Newt Gingrich, tokoh yang tak kalah kontroversial dengan konglomerat asal New York itu.

Trump sudah menetapkan Reince Priebus sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada Minggu (13/11) dan wakil presiden Mike Pence untuk memimpin tim transisi pada Jumat (11/11) guna memastikan peralihan pemerintahan dari Presiden petahana, Barack Obama, berlangsung lancar. Jika berhasil melalui tahap Electoral College pada Desember mendatang, Trump akan menjabat di Gedung Putih mulai 20 Januari 2017.

Bersiap membentuk pemerintahan, tim transisi Trump dikabarkan gencar mengumpulkan nama yang akan mengisi kabinet, bahkan sejak beberapa bulan sebelum pemilu digelar. Daftar nama itu terdiri dari beberapa aktivis konservatif, loyalis Partai Republik, hingga sejumlah taipan industri yang dekat dengan Trump, menurut laporan Politico.


Berikut deretan posisi strategis dalam kabinet Trump beserta sejumlah nama yang berpotensi mengisinya. 

Menteri Luar Negeri
Nama Newt Gingrich disebut-sebut sebagai calon kuat pengisi posisi Menteri Luar Negeri kabinet Trump. Mantan ketua DPR AS periode 1995-1999 ini pernah mencalonkan diri sebagai presiden pada 2012 lalu, namun gagal. 

Bergabung dengan tim kampanye Trump pada 2016, Gingrich disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang akan didapuk sebagai wakil presiden, sebelum Trump akhirnya menunjuk Mike Pence.

Gingrich dikenal sebagai tokoh yang kontroversial. Media Inggris, The Independent, melaporkan bahwa ia pernah menyebut sejumlah warga AS "bodoh" karena tak dapat melarikan diri ketika Badai Katrina menghantam, mengejek Obama dengan sebutan "warga Kenya pasca penjajahan", serta berjanji akan membentuk koloni AS di bulan pada 2020.

Menerka Jajaran Kabinet Donald TrumpNama Newt Gingrich disebut-sebut sebagai calon kuat pengisi posisi Menteri Luar Negeri kabinet Trump. (Joe Raedle/Getty Images/AFP)
Serupa dengan Trump, Gingrich pernah meluncukan retorika anti-Islam dengan menyebutkan bahwa tak seharusnya ada pembangunan masjid di dekat Ground Zero, area di mana gedung World Trade Center pernah berdiri, "sebagaimana tidak ada gereja dan sinagoga di Arab Saudi."

Setelah Trump dinyatakan menang pilpres pekan lalu, Gingrich menyatakan kepada radio Fox News bahwa ia akan tertarik jika diberikan peran kepala perencana sebuah lembaga pemerintahan atau bekerja di Administrasi Veteran.

Selain Gingrich, kandidat lainnya untuk posisi menlu adalah Senator Tennessee, Bob Corker, yang pada Agustus lalu sudah menyatakan dia akan "sangat mempertimbangkan" posisi itu jika benar ditunjuk sebagai menlu, menurut laporan USA Today. Selain itu, Trump juga mempertimbangkan John Bolton sebagai menlu atau Duta Besar AS untuk PBB.

Menteri Dalam Negeri
Sarah Palin merupakan salah satu dari tujuh tokoh yang diduga kuat akan mengisi jabatan menteri dalam negeri kabinet Trump, bersaing dengan sejumlah politikus Republik lainnya, seperti mantan Gubernur Arizona Jan Brewer dan Gubernur Oklahoma Mary Fallin, atau taipan migas, Forrest Lucas dan Harold Hamm.
Menerka Jajaran Kabinet Donald TrumpSarah Palin merupakan salah satu dari tujuh tokoh yang diduga kuat akan mengisi jabatan menteri dalam negeri kabinet Trump. (Reuters/Mark Kauzlarich)
Palin pernah mencalonkan diri sebagai wakil presiden untuk Jon McCain pada pilpres 2008 lalu, namun gagal. Perempuan pertama sekaligus tokoh termuda yang pernah menjabat sebagai gubernur Alaska ini menyatakan dukungannya kepada Trump sejak awal tahun ini.

Saat menyambut dukungan Palin, Trump berjanji akan memberikan jabatan kepadanya. "Akan ada posisi baginya di pemerintahan saya, terlepas dia mau atau tidak," ujar Trump kepada NBC.

Menteri Pertahanan

Politikus Republik lainnya yang disebut akan mendapat jabatan dalam kabinet Trump adalah Jeff Sessions. Senator asal Alabama diduga kuat akan menempati pos Menteri Pertahanan.

Pada pidato kemenangannya, Rabu (9/11), Trump menyebut pria berusia 69 tahun ini "sangat dihormati di Washington karena dia sangat pintar."

Sessions merupakan anggota Kongres pertama yang memberikan dukungannya kepada Trump, sejak Februari lalu. Mantan tentara ini bertugas di Komite Angkatan Bersenjata, Komite Pengadilan, Komite Anggaran dan Komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum.

[Gambas:Video CNN]

Nama Sessions disandingkan dengan Mike Flynn, mantan letnan jenderal bintang tiga, yang juga diduga kuat akan menjadi menhan.

Menteri Keuangan

Nama Steven Mnuchin, ketua kampanye keuangan Trump santer disebut akan menjadi menteri keuangan. Banker berusia 53 tahun ini menghabiskan 17 tahun hidupnya bekerja di Goldman Sachs, dan membantu mendanai sejumlah film box-office Hollywood, seperti seri film X-Men dan American Sniper.

Reuters melaporkan bahwa sejumlah pialang Wall Street ingin bertemu dengan Mnuchin, untuk mencari tahu kebijakan finansial dan bisnis yang sedang dipertimbangkan oleh Trump.

Jaksa Agung

Selain sejumlah posisi kabinet, publik juga tengah menanti tokoh yang akan ditunjuk Trump mengisi jabatan Jaksa Agung. Nama Chris Christie keluar sebagai kandidat terkuat.

Gubernur New Jersey yang sempat menjadi ketua tim transisi Trump ini termasuk salah satu dari 16 politikus Republik yang mencalonkan diri sebagai presiden tahun ini, namun gagal.

Menerka Jajaran Kabinet Donald TrumpNama Chris Christie keluar sebagai kandidat terkuat untuk jabatan Jaksa Agung. (Reuters/Rick Wilking)
Popularitas Christie kini menurun tajam seiring dengan keterkaitannya dengan skandal Bridgegate. Dalam kasus tersebut, dua ajudan Christie dinyatakan bersalah karena dengan sengaja menutup ruas jalan sehingga menyebabkan kemacetan parah di salah satu jembatan tersibuk di AS, hanya untuk membalas dendam politik kepada rivalnya. Christie menolak dikaitkan dengan kasus itu.

Pada Juni lalu, Trump sempat menyebutkan bahwa Christie akan berada "dalam sebuah posisi terpenting" dalam pemerintahannya.

Selain sejumlah nama di atas, Ben Carson juga santer disebut akan mendapatkan jabatan di kabinet Trump. Pensiunan dokter bedah yang juga sempat mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Republik ini menandakan dukungan pejabat kulit hitam kepada Trump. 

Carson dikabarkan oleh sejumlah akan mengisi jabatan sebagai menteri energi, namun The Independent menyebutkan Carson merupakan kandidat kuat untuk menteri kesehatan dan kemanusiaan.

Seiring dengan spekulasi soal jajaran kabinet, publik kini masih menunggu kepastian Trump soal berbagai kebijakannya yang dinilai kontroversial, seperti imigrasi, pengamanan perbatasan, aliansi militer dengan sejumlah negara sekutu serta kebijakan soal penerapan tes bagi umat Muslim yang akan memasuki AS.

Pada Minggu, Trump memastikan bahwa janjinya untuk membangun tembok di perbatasan Meksiko akan dilaksanakan. Ia bersumpah untuk mendeportasi tiga juga imigran ilegal yang tersangkut tindak kriminal, begitu mulai menjabat di Gedung Putih tahun depan. (ama)