Trump Janji Tak Akan Ambil Gaji Presiden Sebesar Rp5,2 Miliar

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Senin, 14/11/2016 15:35 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump mengaku tidak akan mengambil gajinya sebagai presiden, sebesar US$400 ribu, atau sekitar Rp5,2 miliar. Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump mengaku tidak akan mengambil gajinya sebagai presiden, sebesar US$400 ribu, atau sekitar Rp5,2 miliar. (Reuters/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump mengaku tidak akan mengambil gajinya sebagai presiden, sebesar US$400 ribu, atau sekitar Rp5,2 miliar. Trump juga tengah mempertimbangkan untuk mengambil US$1 dolar saja, atau tidak mengambil sepeserpun dari gajinya tersebut.

Dalam wawancara televisi pertamanya setelah merebut mayoritas suara pemilih pekan lalu, Trump menyatakan bahwa dia tidak berniat untuk mengambil gaji setelah dilantik menjadi presiden. Komentar ini dilontarkan Trump untuk menjawab pertanyaan publik yang beredar soal apa yang akan terjadi dengan kerajaan bisnisnya ketika ia mulai menjabat di Gedung Putih.
"Ya, saya tidak pernah berkomentar tentang ini, tapi jawabannya tidak," kata Trump, ketika ditanya soal gajinya sebagai presiden dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS pada Minggu (13/11).

"Namun, saya pikir secara hukum saya harus mengambil $1, jadi saya akan mengambil $1 per tahun," ujarnya.


Penyiar CBS, Lesley Stahl, mengingatkan konglomerat asal New York itu, "[Tapi] itu berarti Anda tidak mengambil sekitar US$400 ribu."
Trump menegaskan, "Tidak, saya tidak akan mengambil gaji. Saya tidak akan mengambilnya."

Janji Trump untuk tak mempergunakan gajinya sebagai presiden sudah ia gaungkan selama masa kampanyenya.

Selain itu, Trump juga berjanji akan mengesampingkan semua urusan bisnisnya jika ia terpilih sebagai presiden. Oktober lalu, Trump menyatakan kesibukannya selama masa kampanye praktis membuatnya tak lagi dapat mengurusi bisnisnya.
"Dengar, saya akan memutuskan semua hubungan.... Saya tidak akan peduli tentang hal itu. Anak-anak saya akan menjalankannya. Saya tidak ingin lagi berekspansi luas. Itu bukan masalah bagi saya. Saya memiliki kesempatan untuk membuat Amerika besar lagi; itulah fokus saya," tuturnya.

Menurut data Komisi Pemilihan Federal AS, pendapatan Trump pada 2015 dilaporkan lebih dari US$557 juta. Namun, pada debat final capres AS bulan lalu, Trump juga mengakui bahwa ia menghindar membayar pajak pendapatan federal selama beberapa tahun.
September lalu, Forbes memperkirakan jumlah kekayaan Trump mencapai US$3,7 miliar, turun sekitar US$800 ribu dari tahun sebelumnya.

Jika Trump benar mengabaikan gajinya sebagai presiden, maka ia bukan presiden AS pertama yang melakukannya.
Mantan presiden John F. Kennedy dan Herbert Hoover memutuskan untuk menyumbangkan seluruh gaji mereka untuk amal. (ama)