Namun, sebelum pertemuan itu terlaksana, Rusia dikabarkan menolak ‘diplomasi anjing’ yang ditawarkan Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putin sendiri dikenal sebagai penyayang anjing.
“Sayangnya, kami mendengar kabar bahwa keinginan kami mengirimkan pasangan bagi Yume tidak bisa terlaksana,” kata Wakil Sekretaris Kabinet Jepang Koichi Hagiuda.
Rusia dan Jepang, hingga kini, belum melakukan penandatanganan perjanjian damai soal sengketa empat pulau kecil di Asia Pasifik yang dikenal sebagai Kurils Selatan di Rusia dan Kawasan Utara di Jepang.
Kunjungan Putin ke Jepang diharapkan bisa menyelesaikan hal tersebut.
Kendati demikian, kedua negara tampaknya tidak terburu-buru menyelesaikan sengketa. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan masih banyak hal yang diperdebatkan antara kedua negara.
“Kami sudah sampai ke bagian detail perjanjian damai. Tidak mudah untuk berkompromi dan isu yang diperbincangkan sangat sensitif,” kata Lavrov.
[Gambas:Youtube] (les)