ISIS Klaim Serangan Truk di Berlin, Jerman Buru Pelaku

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Rabu, 21/12/2016 06:35 WIB
ISIS Klaim Serangan Truk di Berlin, Jerman Buru Pelaku Aparat meminta warga waspada karena sebelumnya otoritas menangkap orang yang salah sehingga pelaku serangan kemungkinan masih berkeliaran. (Reuters/Fabrizio Bensch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan truk penabrak kerumunan pengunjung pasar penyedia keperluan Natal di Berlin yang merenggut 12 nyawa pada Senin (12/9).

"Pelaku operasi di Berlin adalah tentara ISIS dan dia mengeksekusi operasi itu sebagai seruan kepada neagara-negara koalisi," demikian bunyi pernyataan yang dilansir dalam media propaganda ISIS, AMAQ, Selasa (13/9).

Setelah klaim ini tersebar, Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere, pun langsung memerintahkan aparat negaranya untuk segera memburu pelaku serangan tersebut.


"Kami baru saja mendengar mengenai klaim tanggung jawab dari kelompok teroris ISIS. Ada beberapa petunjuk yang sekarang sedang ditelusuri penyelidik," ujar Maiziere kepada lembaga penyiaran ARD sebagaimana dikutip Reuters.

Melanjutkan seruan perintahnya, Maiziere berkata, "Tak ada yang dapat beristirahat sampai pelaku atau para pelaku ditangkap."

Pernyataan ini dilontarkan oleh Maiziere tak lama setelah aparat keamanan mengumumkan keraguan mereka atas terduga pelaku yang dibekuk setelah insiden terjadi.

Kepolisian Berlin menangkap seorang pencari suaka asal Pakistan yang diduga sebagai pelaku karena ia terlihat berjalan keluar dari truk setelah insiden di Breitscheidplatz itu.

Keraguan polisi ini muncul karena pencari suaka yang tiba di Jerman pada Februari lalu itu terus menampik segala tuduhan aparat keamanan. Hasil tes forensik juga tak mengindikasikan pencari suaka itu ada di dalam truk saat kejadian.

"Menurut informasi yang saya terima, belum jelas apakah dia sopir yang mengendarai truk itu," ujar Kepala Kepolisian Jerman, Klaus Kandt.

Kepolisian wilayah Berlin kemudian berkicau dalam akun Twitter, mengimbau agar warga "waspada" akibat insiden salah tangkap ini.

Pasalnya, jika benar, maka pelaku sebenarnya masih berkeliaran. "Tolong berhati-hati," bunyi kicauan di akun Twitter itu.

Sejumlah keterangan mulai dihimpun kembali oleh otoritas dan diketahui bahwa truk yang digunakan dalam serangan itu milik perusahaan angkutan Polandia.

Sopir yang seharusnya mengendarai truk itu ditemukan tewas dalam kendaraan. Maiziere mengatakan, pelaku diduga menggunakan pistol untuk menghabisi nyawa sopir truk itu sebelum memakai kendaraan tersebut untuk melakukan serangan. (has/has)