"Kehilangan Amerika Serikat dari TPP memang berdampak besar. Namun, kita tidak dapat mundur. Ada potensi untuk China bergabung TPP," ujar Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TPP baru bisa dijalankan jika sudah ada kesepakatan dari setidaknya enam negara yang mencapai 85 persen dari total GDP 12 negara penggagas. AS sendiri memegang 60 persen dari total GDP tersebut.
Kini, Australia membuka kemungkinan China sebagai negara pengekspor besar untuk bergabung dengan merevisi perjanjian tersebut. "Rancangannya adalah dengan memungkinkan negara lain bergabung," ucap Menteri Perdagangan Australia, Steven Ciobo.
Sementara opsi revisi perjanjian masih terus digodok, Turnbull juga tak menutup kemungkinan AS mengubah keputusannya, meskipun selama ini Trump ingin menyelamatkan industri dalam negeri negaranya dengan menarik diri dari perdagangan bebas internasional.
Pasalnya, sejumlah anggota Kongres AS mendukung TPP. Menteri Luar Negeri AS pilihan Trump, Rex Tillerson, bahkan juga dikabarkan mendukung keikutsertaan AS dalam TPP. (has)