Trump dan Raja Salman "sepakat akan pentingnya untuk memperkuat secara ketat Rencana Aksi Komprehensif Bersama dengan Iran dan membahas aktivitas kawasan negara tersebut yang semakin tidak stabil," bunyi pernyataan yang dikutip AFP, Senin (30/1).
Keduanya berbicara melalui sambungan telepon. Selain masalah Iran, mereka juga membahas soal terorisme Islam radikal dan soal zona aman di Suriah dan Yaman. Namun, tidak ada rincian lebih jauh mengenai rencana-rencana ini.
Lihat juga:Lagi, Hakim Cegah Pemulangan Pendatang di AS |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bulan lalu, mengatakan ada banyak cara untuk membatalkan kesepakatan nuklir Iran dan hal itu akan dibahas dengan Trump.
(aal)