Trump ke Kongres: Tembok Meksiko Kurangi Pengangguran

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 01/03/2017 13:08 WIB
Presiden AS, Donald Trump berjanji dapat mengembalikan jutaan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran dengan membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko. Presiden AS, Donald Trump berjanji dapat mengembalikan jutaan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran dengan membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko. (Reuters/Jim Lo Scalzo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana membawa kembali jutaan lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran di negaranya, salah satunya dengan memperketat aturan imigrasi melalui pembangunan tembok di perbatasan Amerika-Meksiko.

Dalam pidato perdananya di depan Kongres, Trump mengatakan pengetatan aturan imigrasi dan pembangunan tembok dapat memicu pengingkatan upah dan mengurangi tingkat pengangguran.

"Dengan menegakan hukum imigrasi, AS bisa meningkatkan upah para pekerja dan menolong mereka yang menganggur, bahkan menghemat jutaan dolar. Untuk itu kami akan segera memulai pembangunan tembok besar di perbatasan bagian Selatan AS," kata Trump dalam pidatonya di gedung Capitol pada Rabu (1/3), seperti dikutip The Guardian.


"Saya akan membawa jutaan lapangan pekerjaan. Melindungi buruh kami berarti harus mereformasi hukum imigrasi AS. Sistem saat ini, selain menekan upah pekerja miskin juga menekan para pembayar pajak di AS," katanya menambahkan.

Trump menjabarkan, 94 juta warga Amerika kini masuk kategori angkatan produktif/pekerja. Namun, 43 juta orang masih dalam tingkat kemiskinan dan kekurangan makanan.

Ia mengklaim, 1 dari 5 orang Amerika yang masuk dalam kategori produktif tidak memiliki pekerjaan.

Taipan real estate itu juga menilai, Amerika berada dalam pemulihan keuangan terburuk dalam 65 tahun terakhir. Trump menyinggung pemerintahan Barack Obama selama delapan tahun kemarin menghasilkan utang negara paling besar dibandingkan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

"Kami kehilangan lebih dari seperempat lapangan pekerjaan manufaktur sejak Pasar Bebas Kawasan Amerika Utara (NAFTA) disepakati. AS juga kehilangan 60 ribu pabrik sejak China bergabung dengan WTO 2001 lalu," tuturnya.

Dengan kebijakan ketat imigrasi berbasis prestasi, Trump percaya bahwa para imigran yang masuk ke AS nantinya dapat lebih berkontribusi positif pada Negeri Paman Sam.

Untuk itu, Trump menegaskan, peraturan imigrasinya akan mengeluarkan yang orang-orang yang jahat dan buruk dari AS, dan mengizinkan masuk para pendatang yang memang mencintai dan bisa menguntungkan Amerika.

Selain membantu mengurangi tingkat pengangguran, Trump menyebut pengetatan imigrasi AS ini juga merupakan strategi pemerintah menjauhkan warganya dari tindakan kejahatan dan peredaran narkotik.

Mengutip data Kementrian Kehakiman, Trump menyebut sebagian besar terpidana kejahatan yang terlibat aksi terorisme sejak peristiwa 11 September 2001 hingga saat ini di AS adalah imigran.

Untuk itu, Trump menyebut, pengetatan aturan imigrasi AS bagi para pendatang sangat diperlukan sebagai bentuk pencegahan pemerintah untuk tidak membiarkan AS sebagai sumber terorisme dan tempat berlindung para eksremis.

"Ini lah kenapa sebabnya pemerintahan saya bekerja keras menerapkan prosedur pemeriksaan imigrasi yang ketat. Kami akans egera mengambil langkah baru untuk bagaiman pun menjaga keamanan bangsa dari pihak-pihak yang hanya akan membahayakan Amerika," katanya.


(aal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK