Syrian Observatory for Human Rights melaporkan, sekolah itu terletak di selatan Al-Mansoura, wilayah yang masih diduduki ISIS, sekitar 30 kilometer dari Raqqa. Serangan udara dikabarkan terjadi pada Selasa (22/3) dini hari.
"Kami bisa mengonfimasi bahwa 33 orang tewas dalam serangan itu. Mereka adalah warga sipil yang mengungsi dari Raqqa, Aleppo, dan Homs," ungkap kepala Observatorium, Abdel Rahman, seperti dikutip AFP, Rabu (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 2014, AS bersama koalisinya, termasuk kelompok pemberontak, telah bertempur bersama melawan ISIS dan tengah melakukan operasi perebutan Raqqa dari kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu.
"Raqqa telah dibantai secara diam-diam. Sekolah tersebut ditempati hampir 50 keluarga pengungsi," kata sebuah kelompok aktivis lain.
Kantor berita Suriah, SANA, turut melaporkan serangan udara itu dan menuduh tindakan pasukan AS dan koalisinya itu memakan "puluhan" korban seiring dengan kehancuran infrastruktur sekolah.
Serangan militer ini dilakukan AS menyusul perintah Presiden Donald Trump kepada para jenderal untuk mempercepat operasi "pembasmian" ISIS.
Meski begitu, kelompok monitor menyebut jumlah korban sipil jauh lebih tinggi dari pada itu.
Sekitar 320 ribu orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi sejak konflik Suriah meletus Maret 2011 lalu. Perang sipil mencuat setelah sejumlah kelompok memberontak terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Konflik Suriah semakin pelik di mana pertempuran itu memfasilitasi munculnya kelompok radikal seperti ISIS.