"Operasi ini merupakan bagian penting untuk memastikan kepolisian dan badan lainnya memahami betul sumber dan data intelijen dari pasukan keamanan Inggris guna mencegah terorisme di tanah kami," ujar Perdana Menteri Inggris, Theresa May, sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam pernyataan resmi tersebut, May mengatakan bahwa latihan operasi semacam ini akan dilakukan rutin secara berkala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian menabrakkan mobilnya ke pagar pembatas, berlari ke arah pintu masuk parlemen dan menikam seorang petugas kepolisian. Masood akhirnya tewas setelah ditembak oleh polisi berpakaian preman.
Dalam proses penyelidikan, terungkap fakta bahwa Masood menggunakan aplikasi Whatsapp sebelum menjalankan aksinya. Pemerintah pun meminta agar badan keamanan diberikan akses ke layanan bertukar pesan terenkripsi seperti Whatsapp.
Meskipun demikian, penyidik masih mencari tahu kemungkinan dia diarahkan atau dipengaruhi orang lain.