Minta China Hentikan Korut, Trump Ancam Aksi Sepihak

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Senin, 03/04/2017 09:30 WIB
Minta China Hentikan Korut, Trump Ancam Aksi Sepihak Presiden Trump mendesak China untuk menyelesaikan masalah nuklir di Korea Utara. (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan bertindak secara unilateral untuk menghentikan progam nuklir Korea Utara jika China tidak bisa mengubah situasi.

Trump berulang kali akan mengambil langkah agresif terhadap China untuk mengurangi defisit perdagangan AS. Namun, jika pembicaraan dengan Xi tidak menghasilkan kesepakatan yang diinginkan, Trump mengatakan akan mengambil aksi.

"Jika China tidak mau menyelesaikan masalah Korea Utara, kita akan menyelesaikannya," kata Trump.
Hal ini disampaikan dalam wawancara dengan Financial Times, sebagaimana dikutip CNN, Senin (3/4). Ditanya apakah dirinya meyakini AS bisa menyelesaikan masalah ini tanpa China, Trump menjawab mantap: "pasti."

"China akan memilih antara membantu kita soal Korea Utara atau tidak," kata Trump. "Jika mereka memutuskan membantu, itu baik untuk China, dan jika tidak, tidak ada manfaatnya."

Pemerintahan Trump telah berulang kali menekankan kekhawatirannya soal ketegangan tinggi terkait ancaman nuklir Korut. Menteri Luar Negeri Rex Tillerson mengunjungi China bulan lalu untuk mendesak mereka menangani masalah ini.
Kini, Trump pun dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping di AS dan akan kembali mengangkat isu tersebut.

Dalam kampanye dan setelah menjabat, Trump berpendapat China bertanggung jawab atas proliferasi nuklir berkelanjutan di Korea Utara. Dalam wawancara tersebut, dia mengatakan akan berbicara dengan Xi soal situasi itu dan menggunakan "insentif" untuk membujuk China membantu menyelesaikan masalah ini.

Diberitakan Reuters, insentif tersebut terkait dengan perdagangan. "Perdagangan adalah insentif yang dimaksud. Ini semua soal perdagangan."
Pemerintah Korut mengklaim telah menguji coba hulu ledak nuklir, September lalu. Badan cuaca Korea Selatan mengestimasi daya ledakannya sebesar 10 kiloton, atau dua per tiga kekuatan bom AS di Hiroshima, 1945 silam.

Tahun ini, Pyongyang juga meluncurkan beberapa peluru kendali dan pejabat pertahanan AS mengatakan kepada CNN bahwa Korut bisa menggunakan mesin roket yang mereka uji coba bulan lalu dalam rudal balistik antarbenua.

Berbicara di Korea Selatan, bulan lalu, Tillerson memeringatkan AS bisa saja mengambil aksi militer terkait Korea Utara.