Otoritas mengatakan, keenam orang tersebut biasa merekrut merekrut imigran di Asia Tengah untuk "melakukan kejahatan teroris" dan bergabung dengan "kelompok bersenjata ilegal" seperti ISIS dan Front Nusra.
Namun, Rusia menekankan, mereka belum menemukan bukti keterkaitan enam orang ini dengan teror bom bunuh diri di stasiun St. Peterseburg pada Senin (3/4) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Identitas Pelaku Teror Rusia Terungkap |
Rusia sendiri sudah mengakui identitas pelaku tersebut. Namun, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut dan motif penyerangan belum terungkap.
"Alasan dari ledakan ini belum diketahui. Jadi masih terlalu awal bicara soal itu. Investigasi akan menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.