Lengserkan Maduro, Bentrok Pecah di Caracas

REUTERS/Christian Veron, CNN Indonesia | Sabtu, 08/04/2017 06:15 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kerusuhan terjadi dalam aksi demontrasi guna menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Mereka menuntut presiden mundur karena kemiskinan merajalela.

Krisis yang terjadi di Venezuela, memaksa masyarakat turun ke jalan untuk memberi tekanan pada pemerintah dan melengserkan Presiden Nicolas Maduro. (REUTERS/Christian Veron)
Warga meminta keadilan atas krisis dan kemiskinan yang semakin merajalela. Namun aksi protes tersebut berakhir ricuh. Petugas memaksa memukul mundur warga dengan tembakan peringatan, meriam air dan gas air mata. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Guna meredakan kericuhan, petugas melemparkan gas air mata. Bahkan, pemimpin aksi protes, Julio Borges, Henrique Capriles dan aktivis Lilian Tintori sempat terkena semprotan merica. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Batu menjadi senjata para demonstran di aksi protes guna menggulingkan Presiden Nicolas Maduro di San Cristobal, Venezuela. (REUTERS/Carlos Eduardo Ramirez)
Sejumlah warga terluka dalam bentrokan tersebut. Kericuhan bermula karena petugas menutup jalur kereta api dan membarikade titik-titik strategis. Sebagai balasan, demonstran membakar ban dan melempari petugas dengan batu dan botol. (REUTERS/Christian Veron)
Demonstran menyebut kelompok pro-pemerintah ikut turun ke jalan dan mulai melepaskan tembakan. “Ada 50-100 orang yang datang menggunakan motor dan mulai menembak,” ujar salah satu demonstran, Bernardo Sanchez, yang juga tertembak di paha. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Sementara itu, para demonstran berusaha menahan laju petugas dengan membakar ban, menciptakan barikade api. (REUTERS/Marco Bello) 
Polisi terlihat menahan demonstran dalam aksi ptotes yang berujung bentrok. Aksi tersebut adalah wujud kemarahan terhadap pemerintah yang dianggap bertanggung jawab atas resesi yang berimbas pada minimnya makanan dan kebutuhan dasar. (REUTERS/Christian Veron)
Selain menggunakan gas air mata, petugas juga mengandalkan meriam air guna mencegah terjadinya kerusuhan dan memukul mundur demonstran. (REUTERS/Christian Veron)
Demonstran berencana melakukan aksi serupa di kota lain, bahkan mereka berniat menggelar protes serentak secara nasional. (REUTERS/Christian Veron)