“Setelah Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur melapor pihak berwenang sebanyak tiga kali, laporan terakhir akhirnya ditindaklanjuti aparat karena memenuhi cukup bukti. Saat melakukan penggerebekan sekitar tiga minggu lalu, 153 WNI berhasil diselamatkan,” tutur juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Gedung Kemlu, Jumat (21/4).
Arrmanatha berujar, pihak KBRI sudah lama mendapatkan informasi mengenai dugaan perdagangan WNI ini. Kecurigaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini menyusul laporan yang mengindikasikan bahwa ratusan WNI tersebut bekerja tanpa dibayar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, tutur Arrmanatha, ratusan WNI yang berasal dari sejumlah daerah seperti Jawa Tengah tersebut masih berada di Malaysia untuk membantu penyelidikan polisi.
Arrmanatha mengatakan, 102 WNI yang melanggar imigrasi ini juga sudah dibebaskan, namun masih belum diperbolehkan meninggalkan Malasyia untuk kepentingan penyelidikan.
“Sedangkan 51 WNI yang diduga korban TPPO masih dalam investigasi. Jika mereka tidak memenuhi kriteria korban TPPO, mereka juga akan dipulangkan seperti yang lainnya,” ujarnya menambahkan.