Korea Utara Tangkap (Lagi) Warga Negara AS

Deddy S, CNN Indonesia | Senin, 24/04/2017 04:12 WIB
Korea Utara Tangkap (Lagi) Warga Negara AS Foto: REUTERS/Edgar Su
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah panasnya situasi di semenanjung Korea, Korea Utara menangkap seorang warga negara Amerika Serikat saat hendak terbang dari Bandar Udara Internasional Pyongyang, Sabtu (22/4) pagi waktu setempat. Tak diketahui alasan penangkapan itu.

Martina Aberg, Deputi Kepala Misi Kedutaan Besar Swedia di Pyongyang. Kedutaan Swedia itu memang mewakili kepentingan Amerika Serikat di Korea Utara karena AS dan Korut tak punya hubungan diplomatik.

“Dia dicegah keluar dari Pyongyang,” kata Aberg kepada CNN. “Kami tak bisa berkomentar lebih jauh.”


Seperti dilansir Reuters, warga AS yang ditangkap itu adalah Profesor Tony Kim. Sudah sebulan dia mengajar akuntansi di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang.

“Penyebab penangkapan tak diketahui, tapi beberapa pejabat di universitas mengatakan tak terkait dengan pekerjaannya di universitas. Dia terlibat kegiatan di luar universitas, seperti membantu sebuah panti asuhan,” kata penasihat universitas itu, Chan-Mo Park, kepada Reuters.
 
Dengan penangkapan ini, setidaknya sudah tiga orang warga negara AS yang ditahan di negeri itu. Sebelumnya pada 2 Januari lalu, Otto Warmbier, 21, mahasiswa University of Virginia, ditangkap di Bandara Pyongyang setelah mengunjungi negeri itu dengan sebuah kelompok tur.

Dia dihukum kerja paksa selama 15 tahun setelah dituduh mencopot tanda politik dari sebuah dinding hotel.

Lalu ada Kim Dong Chul, seorang warga AS naturalisasi dari Korea. Dia ditangkap pada Oktober 2015. Tahun lalu dia dihukum kerja paksa 10 tahun atas tuduhan mata-mata.

Sejak 2013, setidaknya ada dua warga negara AS lainnya dan seorang wartawan Inggris yang ditahan dengan periode pendek dan kemudian dibebaskan. Semua diciduk saat mencoba keluar dari Korea Utara melalui Bandara Pyongyang.

Merril Newman, yang ditangkap pada Oktober 2013, adalah seorang veteran perang Korea berusia 85 tahun. Dia dibebaskan dua bulan kemudian setelah meminta maaf dalam sebuah rekaman video.

Lalu ada Jeffrey Fowle yang dipenjara selama 5 bulan pada 2014 setelah meninggalkan Alkitab di sebuah klub untuk pelaut asing.

Pada akhir Mei, pasukan keamanan Korut menangkap reporter BBC Rupert Wingfield-Hayes. Dia diinterogasi selama 10 jam dengan tuduhan memfitnah Korea Utara, sebelum akhirnya dibebaskan.

Situasi Semenanjung Korea Memanas

Penangkapan Kim terjadi di tengah panasnya situasi di Semenanjung Korea. Dikutip dari Reuters, Korut memperingatkan AS bahwa mereka bisa dengan mudah menenggelamkan kapal induk AS.

Dua kapal perang Jepang memang sedang bergabung dengan pasukan AS dalam sebuah latihan perang di perairan barat Pasifik. Presiden AS Donald Trump memerintahkan kapal induk USS Carl Vinson berlayar di dekat perairan Korea. Ini sebagai respons terhadap tensi yang meningkat gara-gara pengujian rudal nuklir Korea Utara.

“Pasukan revolusioner kami siap menenggelamkan kapal induk bertenaga nuklir AS dengan sekali serang,” begitu komentar di koran milik Partai Buruh Korut, Rodong Sinmun, Minggu (23/4) waktu setempat.