Kerusuhan di Penjara Venezuela, 12 Orang Tewas

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Jumat, 28/04/2017 06:39 WIB
Kerusuhan di Penjara Venezuela, 12 Orang Tewas Kerusuhan terjadi di penjara Anzoategui, Venezuela, mengakibatkan 12 orang tewas dan 11 lainnya terluka. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 12 orang tewas dan 11 lainnya dilaporkan terluka dalam kerusuhan dalam penjara di Anzoategui, Venezuela.

"Ada 12 orang tewas, sembilan terkena tembakan, dua akibat overdosis narkotika, dan satu karena menderita banyak luka," kata seorang juru bicara Kementerian Kehakiman Venezuela, dilansir Xinhua.

Kejadian yang berlangsung Rabu (26/4) itu merupakan peristiwa terkini di negara yang tengah dilanda kemelut politik dan ekonomi.


Sebelumnya, Kantor kejaksaan Venezuela mengatakan tengah menyelidiki kematian beberapa narapidana pada Selasa (25/4) ketika terjadi bakutembak di antara tahanan di penjara Jose Antonio Anzoategui.


Kelompok oposisi Pemerintah Venezuela mengatakan bahwa penjara Venezuela dikuasai tahanan yang punya akses pada senjata api, termasuk senapan mesin dan granat tangan.

"Penjara yang sedang mengalami masa perpindahan memicu bentrokan terjadi antara mereka yang menginginkan perpindahan dan mereka yang tidak," kata salah seorang aktivis.

Ia mengomentari hal itu dengan mengacu kebijakan Pemerintah Venezuela untuk mengakhiri kepadatan populasi dan kekerasan bersenjata di penjara.

Rincian lebih lanjut mengenai bentrokan itu belum diumumkan pemerintah. Belum diketahui apakah seluruh korban tewas merupakan narapidana atau bukan.


Venezuela adalah salah satu negara dengan tingkat kekerasan paling tinggi di dunia dan narapidana sering merencanakan penculikan dan perampokan dari sel mereka.

Di sisi lain, negara tersebut juga tengah dilanda protes keras dari warga atas pemerintahan yang dianggap korup. Selama satu bulan terakhir, warga kerap menggelar demonstrasi yang berujung bentrokan dengan petugas. Hingga kini, setidaknya 29 orang dikabarkan tewas dalam aksi tersebut.