"Saya rasa ini tidak akan memberikan dampak signifikan, jika memang ada dampaknya, pada peperangan bersama melawan terorisme baik di kawasan maupun secara global," kata Tillerson kepada wartawan di Sydney, Australia, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (5/6).
Negara-negara tersebut memutuskan hubungan dengan Qatar atas alasan dukungan negara tersebut pada terorisme, termasuk ISIS, Al-Qaidah dan Ikhwanul Muslimin yang merupakan gerakan Islam tertua di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah-langkah ini lebih keras dibanding perselisihan delapan bulan yang sempat terjadi 2014 lalu, ketika Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab menarik duta besarnya dari Doha. Saat itu, hubungan transportasi masih dipertahankan dan warga Qatar tidak diusir.
Tillerson mendorong Dewan Kerjasama Negara Teluk untuk menyelesaikan perselisihan mereka. Langkah terkoordinasi ini memperkeruh permasalahan soal dukungan Qatar terhadap Ikhwanul Muslimin dan membuat Doha dituding mendukung agenda Iran yang merupakan rival utama kawasan.
Keputusan empat negara untuk bercerai dari Qatar diambil tak lama setelah pernyataan keras Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan dorongannya untuk melawan terorisme saat berkunjung ke Arab Saudi.
Sebelumnya, Qatar sempat membantah ketika dituding mendukung terorisme. Namun, setelah perselisihan terbaru ini, negara tersebut masih belum memberikan komentar.