Obama menjelaskan, ada alasan dan konsekuensi bagus dari terus bertumbuhnya standar kehidupan di seluruh dunia. Ia mengaku melihat perbedaan sangat mencolok antara Jakarta di tahun 1967 dan sekarang. Begitu pula di Malaysia, Singapura, Thailand, China dan negara lainnya.
Karenanya, ia menganggap sangat penting bagi seluruh pemerintah negara-negara Asia, khususnya Asia Tenggara, untuk mulai berpikir soal bagaimana berinvestasi di sektor-sektor yang mampu memberikan kesempatan setiap warganya untuk sukses dan mandiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya belum pernah merasakan macet di Jakarta, tapi saya tahu. Eddy (bos Emtek Eddy Kusnadi Sariaatmadja) memberitahu saya, dia salah satu pebisnis tersukses di Indonesia, tapi dia kadang membutuhkan dua jam untuk sampai di kantornya yang berjarak 5 kilometer,” katanya.
Pria lulusan Harvard Law School ini menjelaskan, Amerika Serikat telah melakukan kesalahan di mana negara adidaya ini baru menerapkan sistem jaminan kesehatan pada saat pemerintahannya dengan Obamacare.
“Amerika adalah negara yang kaya dan maju, mereka membuat keputusan 40 tahun yang lalu bahwa setiap harus sehat. Jika Anda mulai investasi itu sekarang, maka program-program itu akan tumbuh bersama dengannya,” katanya.
“Akan menjadi sangat penting bagi pemuda di Asia, Eropa dan Amerika untuk bekerja membangun demokrasi dari bawah ke atas dan memberikan setiap orang kesempatan untuk bersuara. Jika pemuda menghargai nilai-nilai itu, saya percaya demokrasi akan menjadi sukses,” katanya.