Pesan Obama untuk Pemerintah dan Pemuda Asia

Resty Armenia, CNN Indonesia | Sabtu, 01/07/2017 17:19 WIB
Pesan Obama untuk Pemerintah dan Pemuda Asia Obama sadar pentingnya peran pemuda di pembangunan negara. Ia berpesan soal pelajaran yang bisa dipetik pemerintah dan pemuda Asia dari negara Barat. (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama sadar akan betapa pentingnya peran pemuda dalam pembangunan suatu negara. Ia pun memberikan pesan-pesan mengenai pelajaran apa yang bisa dipetik pemerintah dan pemuda di Asia dari pemuda di negara-negara Barat.

Obama menjelaskan, ada alasan dan konsekuensi bagus dari terus bertumbuhnya standar kehidupan di seluruh dunia. Ia mengaku melihat perbedaan sangat mencolok antara Jakarta di tahun 1967 dan sekarang. Begitu pula di Malaysia, Singapura, Thailand, China dan negara lainnya.

Karenanya, ia menganggap sangat penting bagi seluruh pemerintah negara-negara Asia, khususnya Asia Tenggara, untuk mulai berpikir soal bagaimana berinvestasi di sektor-sektor yang mampu memberikan kesempatan setiap warganya untuk sukses dan mandiri.
“Artinya, (pemerintah) harus berinvestasi di sekolah-sekolah, universitas-universitas, dan infrastruktur,” ujar Obama di sesi tanya-jawab acara 4th Congress of Indonesian Diaspora 2017 di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (1/7).


Obama pun menyinggung kemacetan di Jakarta yang luar biasa. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu pertanda bahwa pemerintah harus berinvestasi lebih di sektor infrastruktur.

“Saya belum pernah merasakan macet di Jakarta, tapi saya tahu. Eddy (bos Emtek Eddy Kusnadi Sariaatmadja) memberitahu saya, dia salah satu pebisnis tersukses di Indonesia, tapi dia kadang membutuhkan dua jam untuk sampai di kantornya yang berjarak 5 kilometer,” katanya.
“Jadi artinya, Anda harus berinvestasi pada barang yang dibutuhkan bersama dan digunakan setiap orang. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk banyak negara Asia untuk membuat investasi seperti itu, sehingga Anda tidak mengulang kesalahan sama yang dilakukan beberapa negara lain sebelumnya,” ujarnya.

Pria lulusan Harvard Law School ini menjelaskan, Amerika Serikat telah melakukan kesalahan di mana negara adidaya ini baru menerapkan sistem jaminan kesehatan pada saat pemerintahannya dengan Obamacare.

“Amerika adalah negara yang kaya dan maju, mereka membuat keputusan 40 tahun yang lalu bahwa setiap harus sehat. Jika Anda mulai investasi itu sekarang, maka program-program itu akan tumbuh bersama dengannya,” katanya.
Obama menggarisbawahi, pemerintah sebuah negara harus memastikan bahwa setiap warganya harus sejahtera.

“Akan menjadi sangat penting bagi pemuda di Asia, Eropa dan Amerika untuk bekerja membangun demokrasi dari bawah ke atas dan memberikan setiap orang kesempatan untuk bersuara. Jika pemuda menghargai nilai-nilai itu, saya percaya demokrasi akan menjadi sukses,” katanya.