“Kami terus upayakan proses pemulangan sesuai keinginan yang bersangkutan. Namun, masih ada beberapa proses pemeriksaan yang sedang dilakukan,” Juru Bicara Arrmanatha Nasir di Gedung Kemlu RI, Jakarta, Kamis (20/7).
Kabar ini mencuat setelah media Turki melaporkan seorang perempuan ditemukan aparat dalam sebuah penggerebekan di rumah seorang militan ISIS berusia 36 tahun di Adana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dia sudah dinikahkan. Diindikasikan, suaminya ada di bawah pantauan aparat Turki, tapi saya tidak bisa mengonfirmasi apakah dia militan ISIS. Dia dinikahkan di bawah tangan,” tutur Iqbal.
Perempuan ini dilaporkan pergi ke Turki bersama kedua orang tuanya dengan maksud menyeberang ke Suriah. Namun, upaya tersebut gagal dan orang tuanya lebih dulu dideportasi ke Indonesia pada akhir Januari lalu.
Lihat juga:Pasukan Koalisi AS Terus Desak ISIS di Raqqa |
“Pada 18 Juli kemarin tim KBRI sudah bertemu dengan yang bersangkutan di Adana. Dari kondisi yang dilaporkan dokter, perempuan itu dalam keadaan baik dan tidak sedang hamil,” tutur Arrmanatha yang membantah sejumlah kabar bahwa perempuan itu tengah mengandung.
Arrmanatha juga menuturkan, KBRI Ankara sudah bertemu kepala wilayah Adana dan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait setempat.
“Dengan harapan tentu saja proses pemulangannya bisa dipercepat,” katanya.