Penembakan di Gereja Nigeria, 12 Orang Tewas

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Senin, 07/08/2017 05:07 WIB
Penembakan di Gereja Nigeria, 12 Orang Tewas Insiden penembakan di Nigeria, 12 orang tewas. (Thinkstock/Ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Insiden penembakan mengacaukan misa pagi di gereja Ozobulu, selatan Nigeria, Minggu (6/8) waktu setempat. Peristiwa itu dilaporkan menewaskan setidaknya 12 orang.

“Saya baru saja keluar gereja saat mendengar suara tembakan dan orang-orang berlarian,” kata saksi mata Chukwuma Emeka, dikutip AFP.

“Ketika saya masuk ke dalam, saya lihat orang-orang sudah tewas dan banyak yang menangis dan berteriak,” tambahnya.


Saksi mata lainnya menyebutkan pelaku penembakan berjumlah lima orang yang menyerbu gereja saat misa berlangsung. Di sisi lain, polisi menyebut insiden itu dilakukan oleh penembak tunggal.

Komisaris Polisi Anambra Garba Umar menyebutkan bahwa pelaku penembakan adalah dilakukan seorang pembunuh bayaran.

“Informasi yang kami terima adalah pelaku penembakan disewa untuk membunuh satu keluarga yang tengah berada di gereja tersebut,” papar Umar.


Dilaporkan bahwa pelaku seharusnya menembak putra kepala daerah setempat, namun karena tidak menemukan sang target di rumahnya, dia marah dan menyerang gereja.

“Sejauh ini, korban dilaporkan berjumlah 12 orang dan sudah dievakuasi ke kamar mayat di rumah sakit,” ujar sumber di rumah sakit universitas Nnamdi Azikwe.

Selain korban tewas, insiden penembakan itu juga melukai beberapa umat gereja, diantara mereka terdapat yang kondisinya kritis.

“Kemungkinan korban meninggal akan bertambah,” ujar Umar.

Penyerangan di gereja jarang terjadi di Nigeria yang didominasi umat Kristen. Serangan teror umumnya terjadi di wilayah utara yang dikuasai kelompok militan Boko Haram.

Kelompok tersebut kerap menargetkan serangan di rumah ibadah, baik gereja maupun masjid, serta melakukan penculikan untuk tebusan. Konflik dengan Boko Haram telah menewaskan lebih dari 20 ribu orang dan menyebabkan 2,6 juta penduduk kehilangan tempat tinggal.