“Pemilu akan diadakan paling lambat 180 hari dari sekarang. Bagi yang menyangka pemilu akan berlangsung setelah kurun waktu itu, tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Ahmad Zahid kepada wartawan usai menghadiri konferensi tahunan Partai Gerakan, koalisi Barusan Nasional, pada Senin (13/11).
Sebelum periode kekuasaan BN berakhir pada 24 Juni mendatang, Perdana Menteri Najib Tun Razak harus sudah membubarkan parlemen dan menggelar pemilu. Komisi Pemilihan pun diharuskan segera menggelar pemilu paling lambat 60 hari setelah parlemen dibubarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, surat kabar lokal, The Star melaporkan pemilu ke-14 tersebut kemungkinan diadakan pada April dan pertengahan Mei mendatang.
Dilansir The Straits Times, jika pemilu benar diselenggarakan dalam kurun waktu tersebut, pesta demokrasi lima tahunan itu diprediksi berlangsung saat musim hujan.
Pekan lalu, Penang juga baru dilanda bencana banjir terburuk hingga menyebabkan belasan korban tewas. Sekitar Desember 2014, wilayah Kelantan juga dilanda banjir terburuk dalam sejarah.
Pada 2007, sekitar bulan April-Juni, sejumlah negara bagian seperti Kelantan, Terengganu, Pahang, Kedah, dan Johor utara juga mengalami banjir besar. Puncak musim hujan di Malaysia biasanya terjadi sekitar Januari. (has)