Jeddah Banjir, Kantor Badan Meteorologi Disambar Petir

Natalia Santi, CNN Indonesia | Selasa, 21/11/2017 22:43 WIB
Hujan lebat mengguyur Jeddah, Arab Saudi Selasa (21/11) pagi menyebabkan sejumlah terowongan digenangi banjir, kantor badan meteologi juga disambar petir. Banjir melanda Jeddah setelah diguyur hujan lebat, Selasa (21/11) pagi. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan lebat yang mengguyur sejak pagi menyebabkan jalan-jalan di Kota Jeddah, Arab Saudi tergenang banjir, Selasa (21/11). Akibat banjir sejumlah aktivitas warga Jeddah terganggu. Sekolah-sekolah dan universitas pun diliburkan.

Menurut situs berita Saudi Gazette, Kantor Badan Meteorologi dekat Bandara Internasional King Abdul Aziz disambar petir. "Beberapa peralatan rusak, tapi kantor masih berfungsi, mengirim dan menerima laporan cuaca," tulis Saudi Gazette.


Kepala Hubungan Masyarakat Bandara Jeddah, Turki Al-Deeb menyatakan tidak ada penerbangan yang terganggu akibat hujan.


"Hanya lima penerbangan yang ditunda karena beberapa penumpang dan awak tidak dapat mencapai bandara tepat waktu," kata Al-Deeb. Dia menambahkan tidak ada penerbangan yang dialihkan.

Surat kabar berbahasa Arab, Okaz melaporkan atap pengadilan Jeddah bocor saat hujan lebat. Berdasarkan rekaman video yang diterima Okaz, air mengucur dari langit-langit gedung pengadilan. Sesi persidangan pun ditunda, bukan karena atap yang bocor, melainkan lantaran banyak orang tidak dapat hadir di persidangan tepat waktu.

[Gambas:Youtube]



Polisi Jeddah menerima sedikitnya 11 ribu panggilan telepon darurat 911. Sebagian besar dari telepon berasal dari warga yang menanyakan jalan-jalan alternatif yang tidak tergenang banjir serta kondisi cuaca.

Sejumlah kamera lalu lintas terpaksa dimatikan karena kondisi jalan dan kemacetan lalu lintas.

Emir Mekkah, Pangeran Khaled Al-Faisal, mengikuti perkembangan banjir dan hujan di Pusat Krisis dan Bencana sejak pagi hari.

Pelabuhan Kota Jeddah sempat ditutup selama tiga jam lantaran kondisi cuaca.



Tiga orang sempat terjebak di Terowongan Al-Salam, berhasil diselamatkan oleh aparat pertahanan sipil. Empat orang berhasil diselamatkan di Rabi, setelah terjebak di Lembah Al-Abwa, sekitar 214 kilometer dari Jeddah.

Sejumlah jalan utama dan terowongan di Jeddah ditutup demi keaamanan. Terowongan yang ditutup antara lain satu antara Jalan Palestina dengan Jalan Pangeran Majed, Jalan Hira dengan Jalan Pangeran Majed, dan Jalan Raja Fahad dengan Jalan Raja Abdullah, Al-Salam dan perempatan Jalan Raja Abdullah-Jalan Madinah.

Pemerintah Kota Jeddah mengimbau keluarga untuk tidak berpiknik di lembah-lembah dan dataran rendah. Kota tersebut menyediakan 1.600 pekerja dalam dua shift dan 512 peralatan untuk mengatasi banjir di 14 wilayah.



Para netizen menyebarkan video di Twitter dan media sosial lainnya, memperlihatkan orang-orang yang terjebak di terowongan dan jalan-jalan yang digenangi banjir.

Sekolah-sekolah di Mekkah dan Taif diliburkan. Badan pertahanan sipil Arab Saudi memperingatkan bahwa hujan lebat masih akan tercurah hingga Rabu pagi.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Mohamad Hery Saripudin membenarkan adanya badai hujan di Jeddah, Selasa (21/11) pagi. Hal ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jeddah sepanjang hari, sejak pagi hingga sore.

"Sebenarnya pemerintah sudah mengantisipasi dengan memberikan instruksi sejak kemarin untuk meliburkan anak-anak sekolah hari ini. Keadaan sudah kembali normal sore ini," kata Hery kepada CNN Indonesia, Selasa (21/11) malam.

Bencana banjir terjadi hampir setiap tahun di Jeddah dan kota-kota di sebelah barat Arab Saudi lainnya.

Banjir terparah terjadi pada 2009, kala itu lebih dari 100 orang tewas. Komite Anti-Kprupsi Arab Saudi yang dipimpin Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan penangkapan sejumlah pangeran awal bulan ini terkait dengan bencana banjir Jeddah pada 2009. (nat)