Saudi Disebut Tawarkan Abu Dis buat Ibu Kota Palestina

Natalia Santi, CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 08:31 WIB
Saudi Disebut Tawarkan Abu Dis buat Ibu Kota Palestina Kota Yerusalem (AFP PHOTO / ROMEO GACAD)
Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi dikabarkan mengajukan prakarsa perdamaian Israel-Palestina dengan menawarkan Abu Dis, sebuah kota dekat Yerusalem Timur, untuk menjadi Ibu Kota Palestina, pada pertemuan yang terjadi November lalu.

Menurut kabar yang dilansir situs Middle East Monitor, prakarsa itu tampak sebagai alternatif jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Berdasarkan kesepakatan Oslo, Abu Dis dikategorikan sebagai wilayah B, yang dikelola bersama Israel dan Otoritas Palestina.


Usulan Abu Dis sebagai Ibu Kota Palestina ini pertama kali diungkapkan oleh situs New York Times pada 3 Desember lalu. Mereka melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengajukan proposal tersebut saat kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Riyadh bulan lalu.

Menurut proposal itu, Arab Saudi akan mendapatkan wilayah yang bersebelahan di Tepi Barat dan Jalur Gaza dimana mereka memiliki kedaulatan parsial. Sedangkan permukiman Israel di Tepi Barat tetap dipertahankan.

Proposal itu tidak memberikan hak bagi pengungsi Palestina dan keturunannya yang tinggal di negara lain untuk kembali ke Israel.

Menurut New York Times, Arab Saudi memberi waktu dua bulan bagi Abbas untuk menanggapi tawaran tersebut.

Baik Arab Saudi maupun Gedung Putih membantah kabar yang dilansir New York Times tersebut. Arab Saudi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen pada inisiatif Perdamaian Arab 2002.

Kesepakatan perdamaian itu mencakup sebuah negara Palestina dengan perbatasan yang disepakati pada 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.

Situs berita Al Araby melaporkan rencana itu digagas oleh Amerika Serikat. Agustus lalu, Trump mengirim delegasi AS ke Timur Tengah dipimpin penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner.

Selama pembicaraan, pejabat Palestina tampak berang dan bahkan menyebut tim Kushner sebagai penasihat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pada Oktober, Kushner melakukan kunjungan rahasia ke Arab Saudi sebelum pergi ke Israel untuk membahas proses perdamaian Timur Tengah. Sebulan kemudian Presiden Mahmoud Abbas tiba di Arab Saudi dan menemui Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Pejabat Eropa, Arab dan Palestina yang mendengar pembicaraan Abbas di Riyadh menyatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menawarkan wilayah bersebelahan di Tepi Barat dimana Palestina memiliki kedaulatan terbatas.


Catatan redaksi: Ada pengubahan judul berita pada Jumat (8/12) pukul 11.00 WIB, dari semula "Dukung Trump, Saudi Tawarkan Abu Dis buat Ibu Kota Palestina" menjadi judul saat ini. Atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, redaksi meminta maaf.



(nat)